Rawatlah rambutmu dan aturlah dengan baik. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).
DheTemplate Blogger Template
Pre Live Mag Blogger Template
whitePress Blogger Template
Poster Inc Blogger Template
DheTemplate - Free Blogger Templates Everyday
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Pre Live Mag Blogger Template
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
whitePress Blogger Template
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Poster Inc Blogger Template
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
Tampilkan postingan dengan label Nabi Muhammad saw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabi Muhammad saw. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Juli 2015
Rasulullah SAW Mengajarkan Rawatlah Rambutmu dan Aturlah
Categories :
Rambut adalah perhiasan setiap insan terutama kaum hawa.
Rawatlah rambutmu dan aturlah dengan baik. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).
Rasulullah Saw melarang mencabut uban, beliau bersabda: Ini merupakan pancaran wajah seorang muslim. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).
Pd akhir jaman,kelak akan terdapat kaum yg patuh hny penampilannya sj sedangkan hatinya menolak (munafik).(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).
Hamba2 yg baik dr Tuhan Yang Maha Penyayang adl orang2 yg berjalan di muka bumi dgn rendah hati.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.43).
Penuhilah kebutuhan2-mu dgn (cara) kemuliaan, sebab segala sesuatu yg didapatkan, sesuai dgn ukurannya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.43).
Ajaran Islam mengharuskan seseorang untuk meninggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya dan sia-sia. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.43).
Barangsiapa yang dikaruniai kekayaan/kemakmuran oleh Allah maka ia harus menunjukkan kebesaran-Nya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.44).
Pada hari perhitungan kamu akan dipanggil namamu dan nama-nama bapakmu maka pilihlah nama-nama yang baik. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.44).
Janganlah kamu melupakan keutamaan (untuk berbuat kebajikan) diantara sesamamu (Q.2:37). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.44).
Setelah beriman kepada Allah, tingkatan yg paling utama selanjutnya adalah kebaikan terhadap orang lain. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.44).
Semoga kita semua termasuk umat yg mengamalkan sunah nabi Muhammad SAW.
Minggu, 12 Juli 2015
Perempuan dan laki-laki islam JANGAN PACARAN
Categories :
Perempuan dan laki-laki islam JANGAN PACARAN, ini berusaha sedikit demi sedikit untuk menjadi Umat Nabi Muhammad SAW.
Karena di dalam islam tidak ada istilah PACARAN.. sedih ketika melihat fenomena yang merebak di kalangan remaja islam ini.
Harusnya mereka tahu jikalau islam tidak pernah mengenal yang namanya pacaran, jika mereka terus melakukan ini sama saja mereka berusaha sedikit demi sedikit untuk meniadakan eksistensi islam.
Ketika Anda islam bertingkahlakulah seperti orang islam. Setau saya.sih islam hanya mengenal siklus seperti ini, khitbah-taaruf-nikah bagi yang mampu tanpa embel-embel pacaran.
Ketika Anda islam bertingkahlakulah seperti orang islam. Setau saya.sih islam hanya mengenal siklus seperti ini, khitbah-taaruf-nikah bagi yang mampu tanpa embel-embel pacaran.
Tapi, begitu mengenaskan ketika kita menjadi jomblo untuk menghindari maksiatnya pacaran kita disangka gila bahkan dianggap tidak punya rasa cinta oleh para aktivis pacaran. Menurut saya sih, Orang yang memiliki rasa cinta tidak hanya dipandang dari segi dia memiliki pacar atau tidak. Biadablah cinta,sempitlah arti cinta bila hanya bermakna pacaran.
Bukankah cinta itu suci? Bukankah cinta itu bermakna luas? Cinta tak sekedar berlarut-larut dalam peradaban ikatan saling suka menyukai. Bukan cinta namanya jikalau hanya pentingkan ego dan nafsu, syahwat itu namanya. Yahhh.. memang beginilah hidup di zaman kapitalis, yang taat agama dianggap gila yang langgar agama dianggap pendekar.
Tidak salah lagi, remaja muslim sekarang telah di suguhkan oleh opini sesat, yang melegalkan maksiat atas nama cinta. Sering menemui para remaja yang telah terbius doktrin yahudi yang bertujuan untuk menjadikan sesuatu yang tidak biasa menjadi biasa.
Banyak remaja yang berpacaran di tepi jalan, di dalam kelas, bahkan di atas pohon yang tujuannya untuk menyalurkan birahi mereka dengan nafsu yang membuncah. Harusnya, benar kata teman , Atok. Jangan biarkan orang yang non mengira bahwa islam itu menghalalkan pacaran. Solusinya yah.. jangan pacaran.
memandang menjadi jomblo bukan sebuah pilihan melainkan sebuah kewajiban guna menghindari maksiatnya pacaran. Karena memang islam menganjurkan jangan mengenal cinta sebelum ikatan pernikahan.
Lebih indah mengatakan nikah dulu baru pacaran..
Lebih indah mengatakan nikah dulu baru pacaran..
Sabtu, 21 Maret 2015
PERNAHKAH 10.000 KALI TAMAT MEMBACA AL-QURAN?
Categories :
10.000 KALI TAMAT MEMBACA AL-QURA'N - HADHRAT AHMAD
Komentar sorang pakar Muslim: "Telaah Ahmad tentang Al-Qur'an, perenungannya yang dalam tentang segi2 abadi, keyakinannya yang penuh akan kasih dan kemurahan Tuhan dan penghayatannya berkomunikasi dengan-Nya telah membekali dia dengan martabat bermutu sebagai andalan Islam.
Disertai dorongan inspirasi yang luhur iaergerak untuk memulai sebuah proyek yang tidak hanya akan menolong Islam menghadapi serangan2 dahsyat, tetapi akan dengan jelas dan nyata menegakkan dan memantapkan keunggulan Islam di atas semua agama lainnya. Ia berketetapan mengungkapkan kesempurnan Islam dengan sebuah karya menumental berjudul "Braheen Ahmadiyya."
Pengumpulan dan penyusunan karya monumental ini sedemikian berat pengerjaannya. Ahmad memanfaatkan pustaka keluarga, yang walaupun telah remuk semasa pendudukan kaum Sikh, kini telah direnovasi secukupnya. Ia sendiri yang memiliki perpustakaan ini, tetapi ya hanya itu saja. Ia tidak memanfaatkan fasilitas2 lain di luar Qadian.
Inilah saatnya, ketika telaahannya yang bertahun-tahun, perenungannya yang mendalam tentang arti setiap ayat mulai berbuah. Putra Ahmad yang pertama –Sutan Ahmad – mengenai tahun2 itu ia berkomentar 'Aku sungguh yakin bahwa pada tahun2 itu (sampai tahun 1881 itu) dia telah menamatkan Al-Qur;an 10.000 kali.
Sumber : Iain Adamson : MIRZA GHULAM AHMAD dari QADIAN hal. 81-82.
Sabtu, 14 Maret 2015
Muezza-Kesayangan Nabi Muhammad Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam.
Categories :
Rasulullah s.a.w. Sangat Sayang Terhadap Kucing
Muezza, Nama Kucing Kesayangan Rasulullah S.A.W. :
Muezza, Nama Kucing Kesayangan Rasulullah S.A.W. :
Banyak kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran di sekitar manusia), bahkan Rasulullah S.A.W. sendiri juga memiliki kucing peliharaan yang bernama Muezza. Setiap Rasulullah S.A.W. menerima tamu di rumah, Beliau SELALU menggendong muezza (nama kucingnya) dan di letakkan di pahanya. Beliau pun bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Salah satu sifat Muezza yang paling Nabi sukai adalah :
Muezza selalu bersuara (mengeong) ketika mendengar adzan, seolah-olah suaranya seperti mengikuti lantunan suara adzan. Pernah juga saat Rasulullah S.A.W. mau mengambil jubahnya dan Muezza ketika itu sedang tidur di atasnya, karena tidak ingin membangunkan kucingnya yang sedang tidur di atas jubahnya, maka Nabi pun memotong belahan lengan yang di tiduri oleh Muezza, betapa sayangnya dan mulianya akhlak Rasulullah S.A.W.
Muezza selalu bersuara (mengeong) ketika mendengar adzan, seolah-olah suaranya seperti mengikuti lantunan suara adzan. Pernah juga saat Rasulullah S.A.W. mau mengambil jubahnya dan Muezza ketika itu sedang tidur di atasnya, karena tidak ingin membangunkan kucingnya yang sedang tidur di atas jubahnya, maka Nabi pun memotong belahan lengan yang di tiduri oleh Muezza, betapa sayangnya dan mulianya akhlak Rasulullah S.A.W.
Apabila Rasulullah S.A.W. pulang ke rumah, Muezza terbangun dan menunduk kepada majikannya. Dan sebagai balasan, Rasulullah S.A.W. pun membalas dan menyatakan kasih sayangnya...dengan mengusap lembut ke badan kucing itu. Rasulullah S.A.W. menekankan di beberapa haditsnya, bahwa kucing itu tidaklah najis...dan bahkan diperbolehkan untuk berwudhu dengan menggunakan air bekas minum kucing, karena memang suci.
Catatan tambahan:
• Tahun 1940-an - masih Zaman Walanda, Enin Jalaksana / Kuningan bersama para ibu2 dan bapak2 nya yang guru dan pegawai Kantor Kecamatan Jalaksana dipotret di depan rumah. Para bapak berdiri di belakang, ibu2 duduk di kursi, Enin duduk ditengah sambil memangku kucingnya.
• Tahun 2014, setelah bercerai dengan suaminya, Ny. T. yang pernah bekerja di Wisma Zahra Cengkareng kemudian usaha bordiran di Jakarta dan kemudian di Tasik, ia dikawin oleh seorang Bos Daging sapi sebagai istri ke-dua; ia tinggal di Puncak Bogor yang hidupnya senang karena tugasnya hanya harus memelihara seekor kucing. Kucingnya harus dibawa kemana pun T pergi, yang ditaruh dalam tas khusus. Suaminya ini baru datang sekitar jam 02 pagi (setelah mengantar daging sapi) dan pulang subuh.
• Tahun 1940-an - masih Zaman Walanda, Enin Jalaksana / Kuningan bersama para ibu2 dan bapak2 nya yang guru dan pegawai Kantor Kecamatan Jalaksana dipotret di depan rumah. Para bapak berdiri di belakang, ibu2 duduk di kursi, Enin duduk ditengah sambil memangku kucingnya.
• Tahun 2014, setelah bercerai dengan suaminya, Ny. T. yang pernah bekerja di Wisma Zahra Cengkareng kemudian usaha bordiran di Jakarta dan kemudian di Tasik, ia dikawin oleh seorang Bos Daging sapi sebagai istri ke-dua; ia tinggal di Puncak Bogor yang hidupnya senang karena tugasnya hanya harus memelihara seekor kucing. Kucingnya harus dibawa kemana pun T pergi, yang ditaruh dalam tas khusus. Suaminya ini baru datang sekitar jam 02 pagi (setelah mengantar daging sapi) dan pulang subuh.
.Di Jepang diberitakan baru2 ini, mereka menaruh dan memelihara kucing di kantor untuk meningkatkan gairah kerja pegawai kantornya.
CARA NABI MUHAMMAD SAW MENGHADAPI PENGHINAAN
Categories :
BAGAIMANA NABI MUHAMMAD SAW MENGHADAPI PENGHINAAN
Muslim yang menanggapi seperti peristiwa Charlie Hebdo dengan kekerasan perlu membaca Al-Qur'an.
Sebagai seorang Muslim, saya mencoba memecahkan dan menjawab - pertanyaan tentang sikap Islam terhadap kebebasan berbicara, apakah serangan ini merupakan buntut dari penghinaan atau penyalahgunaan sentimen Muslim. Sebagian besar dari kita tidak asing dengan Charlie Hebdo, yang menggunakan cara kontroversi dalam beberapa tahun ini, terutama setelah beberapa kesempatan mereka memilih untuk mempublikasikan kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan tujuan menyinggung umat Islam. Tentu saja, jika Charlie Hebdo memiliki hak untuk menghina, maka umat Islam memiliki hak untuk tersinggung. Tapi pertanyaannya bagaimana Muslim harus bereaksi dan menanggapi penghinaan ini?
Sebagaimana saya terluka ketika mengetahui bahwa 12 orang tewas (dan 12 keluarga kehilangan orang yang dicintai) akibat serangan teroris yang salah dan tak berbudi ini, saya juga marah ketika mengetahui respon dari seorang ulama radikal yang terkenal di Inggris bernama Anjem Choudary. Pemimpin dari kelompok kecil Muslim radikal ini telah mengeluarkan pendapat yang paling hina yang bisa dibayangkan dan sengaja memfitnah agama Islam dan nabinya. Mengapa saya harus peduli pada artikelnya? karena dalam waktu kurang dari 12 jam setelah diterbitkan, artikel itu sudah di share di jejaring sosial hampir 8.000 kali, dengan 300 komentar dari pembaca. Jelas, hal yang tampak kecil ini telah mendapatkan panggung dan suaranya didengar. Dengan gembar-gembor ia mengklaim, "Muslim tidak percaya pada konsep kebebasan berekspresi," dan menyatakan bahwa siapa pun yang terbukti bersalah menghina Nabi Muhammad maka akan menerima "hukuman mati yang dilakukan oleh Kelompok Islamic State."
Mengaku sebagai Imam, ia sama sekali tidak merasa ada yang salah dengan pembunuhan brutal terhadap orang-orang ini. Alih-alih memberitahu bagaimana Al-Qur'an secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk menanggapi hinaan, Choudary menyimpulkan, "Inilah waktunya kesucian Nabi Muhammad yang dihormati hingga seperempat dari populasi dunia dilindungi."
Padahal Sebenarnya, sudah saatnya seorang radikal penyebar kebencian seperti Choudary, yang jelas tidak memiliki keterikatan yang benar kepada Allah atau ajaran Nabi Muhammad, untuk dikonfrontir ajaran Islam yang sebenarnya. Islam menawarkan pendekatan yang seimbang, menginstruksikan umat Islam menentukan sikap mereka sendiri tetapi juga bagaimana memberi tanggapan terhadap ucapan yang tidak pantas.
Al-Qur'an sangat melarang perilaku dan ucapan tidak senonoh, atau menyinggung hal yang sensitifitas orang lain, terlepas apakah itu dilakukan dengan atau tanpa alasan yang "valid". Nabi Muhammad menyeru pengikutnya untuk mengedepankan sopan santun, integritas, dan sensitivitas melalui pengendalian diri - nilai-nilai yang mencakup sifat memaafkan, kesabaran, kebenaran, ucapan yang baik, perbuatan yang baik, dan menjauhi kedengkian.
Tapi Islam tidak mendukung orang-orang yang dengan keras menghalangi kebebasan berbicara. Kebebasan berbicara dijamin dalam Al-Qur'an baik melalui perintah langsung maupun melihat teladan Nabi Muhammad dalam mengalami penghinaan dan tidak pernah membalas. Al-Qur'an menyebutkan bahwa Beliau saw pernah disebut gila, pembohong, dan seorang penipu. Terhadap itu semua, Nabi Muhammad tidak pernah membalas atau menyerukan supaya mereka diserang, ditangkap, atau dieksekusi. Hal itu karena Al-Qur'an mengatakan untuk "tidak menghiraukan ganguan mereka" (Al-Ahzab-48) dan "bersabarlah atas apa yangmereka katakan" (Al-Muzammil:10). Al-Qur'an memerintahkan kita untuk menghindari mereka yang terus menghina Islam. Tidak ada ruang dalam Islam untuk menanggapi penghinaan atau penghujatan dengan kekerasan.
Tapi yang paling tegas adalah Al-Qur'an mengatakan kepada pengikutnya untuk tidak terprovokasi oleh orang-orang yang menyerang Islam, Al-Qur'an menyatakan dengan sangat jelas "janganlah kebencian suatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil." (Almaidah:8)
Hal ini didukung oleh contoh Nabi Muhammad saw sendiri. Suatu ketika, saat beliau kembali dari ekspedisi, seorang musuh menggunakan kata-kata penghinaan terhadap beliau. Meskipun para sahabat menyarankan supaya pelakunya dibunuh, Nabi Muhammad tidak mengizinkan siapa pun untuk melakukannya, sebaliknya mereka diperintahkan untuk melepaskan orang itu. Betapa sedihnya bagaimana mereka yang disebut sebagai Muslim telah melupakan kata-kata Al-Qur'an dan contoh Nabi Muhammad saw tetapi mengaku membela Islam. Muslim tidak membolehkan untuk membalas dengan kekerasan. Sebaliknya, mereka harus memiliki keberanian yang sama seperti Nabi Muhammad saw untuk menghadapi penghinaan dan membalasnya dengan ucapan yang sabar,tenang dan kata-kata hikmah.
Jadi, ketika Anda mendengar orang seperti Anjem Choudary yang mengatakan bahwa orang-orang yang menghina Islam harus dibunuh, katakan padanya untuk membaca Al-Qur'an dan meningkatkan keimanannya yang ia klaim sebagai ketaatan, tetapi ia tetap bodoh.
Nurul Haira
Sumber: Faithstreet.com
Sumber gambar: Sufiway.net
Jumat, 13 Maret 2015
Kesaksian Guntur Romli Tentang Ahmadiyah.
Categories :
Apa itu Ahmadiyah? Kesaksian seorang NU
Saudara-saudara, saya ingin membagi informasi tentang ajaran Ahmadiyah yang saya baca langsung dari kitab karangan pendirinya: Mirza Ghulam Ahmad (MGA). Kitab yang menj…adi rujukan saya adalah "al-khazain al-ruhiyah", "al-mawahib al-rahman" yang merupakan terjemahan dari bahasa Urdu Ahmadiyah. Saya akan membagi pembahasan jadi dua, yaitu aja…ran-ajaran apa dari mereka yang sama dan ajaran-ajaran apa dari mereka yang berbeda.
Ajaran Ahmadiyah sama dgn mayoritas umat Islam dalam:
1. Agama mereka adalah Islam, syahadat mereka adalah La ilaaha illahu wa muhammad rasulullah. Penegasan agama Islam dan syahadat ini ditulis oleh Mirza Ghulam Ahmad di Juz 19 al-Khazain al-Ruhiyah-Kitab Mawahib al-Rahman. "Tidak masuk dlm Jemaat kami,kecuali yg memeluk Islam,mengikuti Kitab Allah,sunnah manusia terbaik (Muhammad saw).. dst (MGA). Maka tidak benar kalau menganggap Ahmadiyah adalah agama baru seperti Bahai, Sikh, dst. Ahmadiyah adalah nama ormas keagamaan bukan agama. Ahmadiyah seperti Muhammadiyah, atau NU, atau Persis, dll (nama ormas keagamaan bukan agama, bukan madzhab fiqh atau firqah).
Penegasan ini brasal dr pendirinya Mirza Ghulam Ahmad bahwa tidak seorang pun yang boleh masuk jemaat kami (#ahmadiyah) kecuali dia muslim. Penghakiman terhadap Ahmadiyah bersumber dari sas-sus, fitnah untuk tujuan di luar dakwah Islam, tpi soal kekuasaan. Saya telah mengunjungi dua masjid Ahmadiyah di London, yang pertama London Mosque (al-fadl) mesjid tertua di Inggris (thn 20-an) dan Baytul Futuh. Tidak benar kalau pengikut Ahmadiyah hajinya ke Qadian-India atau ke London, ini fitnah besar. Pengikut Ahmadiyah yg ke London atau ke Qadian untuk mengikuti "Jalsa Salanah" annual meeting 'pertemuan tahunan' di Indonesia pun ada.
2. Ahmadiyah percaya Muhammad SAW sebagai "Khatam al-Nabiyyin" ('penutup nabi2′)-sprti ditegaskan oleh MGA dalam "Mir'ah Kamalat Islam".
3. Ahmadiyah percaya tidak ada kitab suci selain al-Quran yang di dalamnya Kalam Ilahi, syariat sempurna & terakhir. Oleh karena itu, yg menuduh Ahmadiyah punya kitab suci selain al-Qur'an yang disebut-sebut tadzkirah adalah fitnah & dusta besar. Tadzkirah yang berasal dari ucapan, catatan, dan ilhamat Mirza Ghulam Ahmad dibukukan 27 tahun setelah MGA wafat bukan kitab suci Ahmadiyah.
4. Rukun Islam Ahmadiyah ada (5): syahadat, shalat, puasa, zakat & haji ke baitullah di Mekkah. Dlm ibadat Ahmadiyah ikut madzhab Hanafi.
5. Apa yg diharamkan oleh Allah & Rasul-Nya pengikut Ahmadiyah juga haramkan ini ditegaskan dalam kitab Nur al-Haqq
Kesimpulan, rukun Iman (6) dan rukun Islam (5) pengikuti Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam sedunia.
Ahmadiyah shalat 5 waktu (bukan 3 waktu seperti Syiah) jumlah rakaat sama, bunyi adzan sama (kalau Syiah beda), dalam subuh tak ada qunut. Dalam shalat Ahmadiyah seperti Muhammadiyah tidak ada zikir setelah shalat, doanya tidak nyaring, tidak ada qunut, tidak ada shalawat di antara 2 khutbah. Koreksi untuk anda: (Ahmadiyah shalat 5 waktu (bukan 3 waktu seperti Syiah)…Syiah shalat 5 waktu juga, tapi dibagi menjadi Subuh, Zuhur dan Ashar, Magrib dan Isya. by Rachmat Setiawan)
1. Ahmadiyah percaya wahyu itu berlanjut, namun hanya "wahyu tabsyiri wal indzari" (wahyu dakwah) bukan "wahyu tasyrii" (wahyu syariat). Ahmadiyah percaya Mirza Ghulam Ahmad dapat wahyu, tapi isinya bukan syariat baru, tapi penegasan pada syariat Muhammad SAW. Apakah wahyu bisa diturunkan pada selain Nabi? Jawabnya bisa. Ibu Musa as dapat wahyu di surat al-qashash ayat 8.
Selain Ibu Musa, Maryam menerima kalam dari malaikat (al Imran ayat 46), atau al-hawariyun –pengikut setia Isa (al-maidah ayat 112). Wa idz awhaytu ila al-hawariyyina an aminu bi wa bi rusuli – saat Kuwahyukan pada pengikut setia Isa,untuk beriman pada-Ku & RasulKu" (al-maidah 112).
Kesimpulan dari dalil-dalil tadi wahyu bisa diturunkan Allah pada selain Nabi, Ibu Musa, Maryam, pengikut Isa tapi bukan "wahyu syariat". Benar Mirza Ghulam Ahmad mengaku menerima wahyu, tapi BUKAN WAHYU SYARIAT, wahyu itu tdk membatalkan syariat Muhammad SAW. Mohon anda baca kembali istilah wahyu ayat-ayat Qur'an yang diturunkan selain Nabi, atau bahkan pada tumbuhan dan binatang, tapi bukan wahyu syariat.
2. Ahmadiyah percaya semua nabi tubuhnya adalah manusia biasa, dan akan berakhir sprti manusia biasa (mati), dmikian jga Isa as. Yang membedakan Ahmadiyah dengan umat Islam yang lain yaitu, bagi ahmadiyah Isa telah wafat, tidak hidup jasmani-rohani nya di langit. Ahmadiyah dengan argumentasi nalar dan teks menolak bahwa saat ini Nabi Isa masih hidup, berada di langit, tubuh & ruhnya dan akan datang lagi. Ahmadiyah percaya Nabi Isa as, seperti nabi-nabi yang lain, tubuhnya manusia dan punya ajal, tubuh punya umur. Karena Ahmadiyah percaya nabi Isa telah wafat, maka mesias dan imam mahdi-ratu adil yg dijanjikan-adalah orang lain,bukan Nabi Isa yang wafat. Ahmadiyah percaya orang yang sudah wafat tidak akan kembali ke dunia ini, seperti halnya Nabi Isa as. Ia tidak akan kembali lagi ke dunia. Keyakinan Ahmadiyah ini lebih rasional dibanding kebanyakan umat Islam yang percaya Isa sebagai manusia masih hidup tubuhnya & berada di langit.
Dibanding Iman Syiah 12 Imam (yang ada di Iran) mereka percaya imam ke-12 yang ada di abad pertengahan masih hidup dan akan kembali ke dunia. Arti "rafa'a" dlm quran untuk Isa as, bukan Allah "mengangkat" jasad dan ruhnya ke langit, tapi "mengangkat derajatnya" (mulia).
3. Kalau bagi mayoritas umat Islam, mesias (al-masih) dan Imam Mahdi belum turun, bagi Ahmadiyah sudah turun yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Dengan catatan keras: Mesias dan Imam Mahdi ini memperkuat syariat Muhammad SAW, tidak boleh menambah atau mengurangi sedikit pun. Karena nubuat2 ini harus diletakkan dalam doktrin bahwa Mesias itu adalah seorang nabi (tanpa syariat) yg memperkokoh syariat Muhammad saw.
Jadi meski Ahmadiyah percaya Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi (Mesias) dan dapat wahyu, tapi TIDAK ADA SYARIAT BARU. Ibadat mereka sama dengan yang lain.
Banyak yang salah paham, dikiranya keyakinan Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan mendapat wahyu otomatis mengubah syariat Muhammad? Salah besar itu. Jangan menutup mata, bahwa keyakinan Ahmadiyah terhadap Mirza Ghulam Ahmad ada landasan teks dan rasional, mereka berhak untuk percaya.
Keyakinan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi tidak mengubah syahadat, hanya diucapkan dlm bay'at unt masuk jemaat Ahmadiyah. Nama Mirza Ghulam Ahmad dan wahyunya tidak disebut dalam bacaan shalat, tidak pula di masjid-masjid Ahmadiyah. Foto Mirza Ghulam Ahmad dan penggantinya (khulafa') memang dipasang di kantor2 Ahmadiyah tapi tidak di masjid. Di masjid-masjid Ahmadiyah hanya ada syahadat dan ayat-ayat al Quran, tidak ada foto Mirza Ghulam atau ucapan-ucapannya.
Anda yg mau mengetahui ajaran Ahmadiyah bacalah dari buku-buku aslinya bukan kutipan-kutipan dari musuh-musuh mereka :)
Kesimpulan saya : rukun iman dan Islam Ahmadiyah sama dengan mayoritas Islam, bedanya Mesias & Imam Mahdi bagi mereka sudah datang, sedangkan bagi yang lain belum. Ibadat Ahmadiyah sama dgn umat Islam yang lain, secara madzhab fiqh mereka ikut Imam Hanafi (Imam fiqh pertama dlm 4 Madzhab). Ada kaidah fiqh yang sering dikutip GusDur qawl al-mujtahidi 'an khashmihi laa yu'khadz (pendapat mujtahid tentang lawannya tak bisa diambil). Oleh karena itu, pendapat MUI, FPI, FUI,HTI atau siapapun yg memusuhi Ahmadiyah tidak bisa diandalkan, karena mereka punya bias-permusuhan. Ada kaidah fiqh yang lain juga untuk tidak mudah menghakimi, "idra'uu al-syubhaat" (hindari perkara-perkara yang belum jelas). Semoga saya dijauhkan dari keangkuhan menganggap diri bisa menghakimi orang lain dalam soal iman.
Saya telah melihat tata-cara ibadah Ahmadiyah sampai pemimpin tertinggi mereka yg dipanggil "hudhur", masjid-masjid mereka, tidak ada perbedaan. Isi dari 'Jalsah Salanah' adalah ceramah-ceramah dan shalat tahajud, tidak ada ritual dan ibadat baru yang tidak dikenal Islam. Saya menyimpan foto-foto masjid-masjid Ahmadiyah di inggris dari luar hingga bagian dalam. Di luarnya ada kalimat syahadat dan di dalamnya ada ayat-ayat Qur'an. Tidak ada foto Mirza Ghulam dan kutipan kata-katanya di masjid-masjid Ahmadiyah, tidak ada kultus luar biasa padanya di jemaat #ahmadiyah.
Setiap masjid Ahmadiyah ada kalimat syahadat "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah", tidak benar ada tambahan Mirza Ghulam nabi Allah. Kalau ada yang bilang: syahadat Ahmadiyah itu beda, shalatnya beda, puasanya beda, zakatnya beda, hajinya beda: ini fitnah besar!
Orang Ahmadiyah dari Pakistan memang tidak bisa naik haji ke Mekkah, karena di paspor mereka dipaksa ditulis agama mereka Ahmadi bukan Islam. Orang-orang Ahmadiyah Pakistan kalau mau naik haji pakai paspor Inggris atau India yang tak cantumkan agama di paspor mereka.
Apakah mayoritas umat Islam di Indonesia memusuhi Ahmadiyah? Tidak benar, kalau benar mereka takkan hidup di sini sejak tahun 20-an. Benar kalau mayoritas umat Islam di Indonesia berbeda dalam beberapa poin ajaran dengan Ahmadiyah tapi berbeda bukan berarti memusuhi.
Namun hal yang berkaitan dgn ibadah-ibadah mahdlah, hal yang "al-ma'lum min al-din bi al-dlarurah", Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam Indonesia. Perdebatan kelompok Islam yang lain dengan Ahmadiyah sudah terjadi sejak lama, tapi tindakan kekerasan ini fenomena baru. Saya sering ditanya kenapa Ahmadiyah sangat dibenci? Lalu saya balik Tanya, kenapa baru sekarang mereka dibenci? Mereka di Indonesia sejak tahun 20-an lhoo!
Saat ini, seolah-olah sudah jadi parameter-tapi tolol-yang mau dianggap Islamnya bener maka harus membenci dan membubarkan Ahmadiyah. Kalau itu dipakai, maka KH Hasyim Asy'ari pendiri NU bisa dituding Islamnya nggak bener , karena tidak pernah ada fatwa membubarkan Ahmadiyah.
Yang belum pernah shalat, masuk masjid Ahmadiyah atau baca kitab-kitabnya tolong jangan sok tahu dank oar-koar tentang Ahmadiyah, anda cuma nelan fitnah. Siapa yg bilang ini: kebohongan kalau diulang-ulang suatu saat akan jadi kebenaran. Inilah yg terjadi pada #ahmadiyah. Banyak bukti : saksi, rekaman video, foto FPI lakukan aksi-aksi kekerasan, divonis pun sudah. Tapi Ahmadiyah tidak pernah lakukan kekerasan.
Kata siapa orang Ahmadiyah tidak bisa shalat dengan muslim yang lain?Atau muslim yang lain dilarang shalat di masjid Ahmadiyah? Buktikan dulu. 'ala kulli hal Ahmadiyah sudah ada zaman Hadlratu Syekh Hasyim Asy'ari, tidak ada fatwa bubarkan ahmadiyah, saya manut beliau. Kalau memang Ahmadiyah boleh dibubarkan, sudah bisa sejak zaman KH Hasyim Asy'ari atau KH Wahid Hasyim yang jadi Menteri Agama yang pertama.
Kalau ada orang NU yang mau bubarkan Ahmadiyah, berarti ia anggap dirinya lebih dari Hadlratu Syaikh Hasyim Asyari. Seharusnya Surya Darma Ali Menteri Agama sekarang mengikuti KH Wahid Hasyim Menteri Agama pertama yang melindungi Ahmadiyah. Kiai-kiai NU yg ikut2an mau bubarin Ahmadiyah itu kiai-kiai baru yang amalannya "kursi fulitik" bukan "ayat kursi" :)
Pertanyaan yg harus dijawab, mengapa baru sekarang Ahmadiyah dimusuhi padahal mereka sudah ada di negeri ini sejak tahun 20-an? Kenapa baru Menteri Agama sekarang Surya Darma Ali yang mau bubarkan Ahmadiyah sementara Menteri Agama pertama KH Wahid Hasyim lindungi mereka? GusDur tegas membela Ahmadiyah sebagai hak konstitusional, sebagai warga-negara bukan sebagi ajaran. Jadi, sikapi Ahmadiyah sebagai warga-negara. Bagi anda yang tak setuju ajaran Ahmadiyah, tanamkan tasamuh (toleransi) sikapi mereka seperti GusDur menyikapinya sebagai warga-negara.
Anda kalau mau belajar NU, mau tahu NU ya ke GusDur, sanad beliau nyambung,msh bertemu KH Hasyim Asyari,KH Wahid Hasyim,KH Wahab, KH Bisyri. Ajaran, tafsir dan tradisi NU yg otoritatif menurut saya melalui #GusDur,yg punya darah,ideologi&karamah tokoh2 NU,tolong jgn sebut yg lain
Selama KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab, KH Bisyri, dan KH Abdurrahman Wahid tidak berfatwa bubarkan Ahmadiyah saya pun tidak! GusDur pernah ditanya, Gus Ahmadiyah sesat karena ngaku terima wahyu Respon GusDur "gitu aja kok sesat, gimana Wahyu Sihombing"
Kesimpulan saya dr bacaan, amatan & pengalaman langsung, rukun Islam Ahmadiyah sama persis! Nama Mirza Ghulam Ahmad tidak disebut dalam syahadat atau shalat hanya dalam bay'at (ikrar masuk jemaat) Ahmadiyah. Orang mau yg masuk tarekat saja ada bay'at untuk taat pada Allah, Rasululullah, Syaikh Pendiri Tarekat dan Syaikh yang bai'at dia, begitu pula Ahmadiyah. Ahmadiyah tidak bisa dikafirkan karena mereka syahadat, shalat, puasa, berhaji, zakat, ikuti Qur'an & Sunnah Nabi. Mereka muslim. Sekali lagi anda yang tidak bisa terima ajaran Ahmadiyah (meskipun mayoritas sama) tasamuhlah (toleran) sikapi mrka sbgai warga-negara. Tak sedikit yang benci Ahmadiyah karena tidak tahu, seperti pepatah: al-nasu a'da'u ma jahilu (manusia cenderung memusuhi yang tak diketahuinya).
Informasi tentang Ahmadiyah yang dianggap kebenaran sebenarnya tak lebih kebohongan yang diulang-ulang. Sekian sekedar berbagi informasi tentang Ahmadiyah yang berasal dari bacaan, amatan dan pengalaman pribadi saya langsung berinteraksi dgn mereka.
Kalau ada yang sibuk ngurusin keyakinan Ahmadiyah, emang siapa Yang punya surga dan neraka? Kuu anfusakum wa ahlikum nara (jaga dirimu dan keluargamu dari neraka).
Sumber :
-Guntur Romli-
Penulis, Aktivis, dan Kurator di Komunitas Salihara, Jakarta
Apa Yang Disebut Zikir Ilahi Itu?
Categories :
Arti kata zikir ialah mengingat. Jadi zikir Ilahi berarti, mengingat Allah. Zikir Ilahi dikatakan kepada cara mengingat Allah. Yakni, menghadirakan di muka kita gambaran sifat-sifat Allah Ta'ala; menyebut sifat-sifat dengan mulut berulang kali; mengungkapkan sifat-sifat itu dari dalam lubuk hati, dan mengkaji kekuatan-kekuatan-Nya serta kekuasaan-kekuasaan-Nya itulah zikir Ilahi.
Betapa penting serta perlunya pokok ini, dengan kata-kata yang ringkas saya akan mengatakan mengenai hal ini bahwa, karena saya telah memulai menulis mengenai pokok ini, lantas saya mengatakan alasannya itu seperti itu, melainkan alasannya adalah karena Tuhan mengatakan hal itu besar nilainya. Ternyata di dalam Al-Quran Allah Ta'ala berfirman :
وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
"Dan sesungguhnya mengingat Allah itu suatu ibadah yang besar" (Al-Ankabut : 46)
Bahwa: mengingat Allah itu merupakan yang terbesar dari antara segala urusan dan terbesar dari antara segala ibadah. Jadi, kalau Allah Ta'ala berfirman bahwa zikir Ilahi itu yang paling besar dan paling penting, maka ini bukan perkataan saya melainkan perkataan Allah.
Sekarang, pasalnya ialah, apabila pokok ini paling besar lagi paling penting, maka hendaknya juga ada perintah supaya orang memberi perhatian lebih banyak kepada pokok ini. Untuk itu, kalau kita memperhatikan Al-Quran Karim maka akan kita maklumi bahwa Al-Quran sangat kerap sekali memikat perhatian orang-orang ke arah itu; yakni, orang-orang seyogianya menaruh perhatian terhadap zikir Ilahi. Allah Ta'ala berfirman:
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
"Wahai, hamba-hamba-Ku ingatlah akan Tuhan-mu waktu pagi dan petang" (Ad-Dahr:26)
Kemudian Rasulullah saw. bersabda bahwa suatu majlis yang di tengah-tengahnya wujud Allah Ta'ala disebut-sebut majlis itu dikitari oleh para malaikat dan Allah Ta'ala menurunkan rahmat-Nya.
Kamis, 12 Maret 2015
Cerita Ahir Hayat Rasulullah SAW.
Categories :
Cerita Ahir Hayat Rasulullah saw.
Y.M. Rasulullah saw memanggil para sahabat ke rumah Aisyah r.a. Rasulullah bersabda: "Selamat datang kalian semua, semoga Allah SWT mengasihi kalian. Saya berwasiat kepada kalian semua untuk bertakwa kepada Allah dan menaati segala perintah-Nya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kalian sudah dekat; dan dekat pula saat kembalinya seorang hambakepada Allah dan menempatkannya di Surga."
"Jika telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas yang menuangkan air dan Usamah bin Zaid menolong keduanya. Setelah itu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri atau dengan kain Yaman yang putih; kemudian letakkan aku di atas tempat tidur di rumah ini. Setelah itu kalian semua keluar sebentat."
"Pertama yang akan menyalatkanku adalah Allah. Kemudian malaikat Jibril, diikuti oleh Malaikat Israfil, Malaikat Mikail dan yang terakhir adalah Malaokat Izrail beserta semua pembantunya. Setelah itu baru kalian semua masuk bergantian secara berkelompok menyalatkanku."
Para sahabat menangis dengan nada yang yang keras; mereka berkata: "Ya Rasulullah, jika Baginda sudah tiada nanti, kepada siapakah kami bertanya mengenai setiap permasalahan?"
"Dengarlah sahabatku, aku tinggalkan kepada kalian semua, jalan yang benar dan jalan yang
terang. . Telah aku tinggalkan kepada kalian dua penasihat. Yang satu pandai bicara dan yang satu pendiam. Yang pandai bicara itu Alquran dan yang diam itu adalah maut. Jika ada masalah yang rumit, maka kembalilah kalian pada Alquran dan haditsku. Jika hati kalian tetap berkeras maka lembutkanlah dia dengan mengingat mati."
"Jika telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas yang menuangkan air dan Usamah bin Zaid menolong keduanya. Setelah itu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri atau dengan kain Yaman yang putih; kemudian letakkan aku di atas tempat tidur di rumah ini. Setelah itu kalian semua keluar sebentat."
"Pertama yang akan menyalatkanku adalah Allah. Kemudian malaikat Jibril, diikuti oleh Malaikat Israfil, Malaikat Mikail dan yang terakhir adalah Malaokat Izrail beserta semua pembantunya. Setelah itu baru kalian semua masuk bergantian secara berkelompok menyalatkanku."
Para sahabat menangis dengan nada yang yang keras; mereka berkata: "Ya Rasulullah, jika Baginda sudah tiada nanti, kepada siapakah kami bertanya mengenai setiap permasalahan?"
"Dengarlah sahabatku, aku tinggalkan kepada kalian semua, jalan yang benar dan jalan yang
terang. . Telah aku tinggalkan kepada kalian dua penasihat. Yang satu pandai bicara dan yang satu pendiam. Yang pandai bicara itu Alquran dan yang diam itu adalah maut. Jika ada masalah yang rumit, maka kembalilah kalian pada Alquran dan haditsku. Jika hati kalian tetap berkeras maka lembutkanlah dia dengan mengingat mati."
Y.M. Rasulullah saw jatuh sakit, sakitnya semakin parah. Setelah selesai Shalat Subuh pada hari Senin tanggal 14 Rabiul Awwal tahun 11 H (bersamaan dengan tanggal 8 Juni tahun 632 M), Rasulullah saw besabda: "Wahai kaum Muslimin, kalian semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)