Advertise

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Juli 2015

Ahok Izinkan Rumah Ahmadiyah Alih Fungsi Jadi Masjid Tempat Ibadah

0 komentar
Ahok Izinkan Rumah Ahmadiyah Ubah Peruntukan Jadi Tempat Ibadah.

Mengutip KOMPAS.com Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah menindaklanjuti permasalahan penyegelan tempat tinggal yang dijadikan tempat ibadah bagi jemaah Ahmadiyah. 
Cahya memutuskan tempat tinggal yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan, itu bisa berubah peruntukan menjadi tempat ibadah Ahmadiyah.  

"Saya sudah disposisi ke Dinas Penataan Kota, kemarin disegel kan karena menyalahi tata ruang. Kami izinkan dia ubah peruntukan, jadi boleh rumah diubah peruntukan jadi tempat ibadah," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (15/7/2015). 

Basuki mengaku belum bertemu dengan pihak Ahmadiyah. Namun, ia telah memberi mandat Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor untuk segera mencabut penyegelan rumah ibadah tersebut.

Basuki mengatakan, seharusnya di Jakarta banyak tempat ibadah yang juga disegel karena berdiri tidak menggunakan izin mendirikan bangunan (IMB).

Ia tidak mengkhawatirkan jika nantinya keputusannya ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat luas. 

"Kami sebagai negara enggak mau ikut mencampuri urusan itu dan secara konstitusi enggak mencampuri itu. Prinsip kami, semua orang berhak menjalankan kepercayaannya masing-masing karena di dalam undang-undang sudah diatur. 

Negara ini tidak didirikan berdasarkan mayoritas dan minoritas karena negara ini dasarnya konstitusi," kata Basuki.  

Dengan demikian, Basuki memastikan jemaah Ahmadiyah tetap dapat beribadah dengan tenang di tempat ibadahnya.

"Boleh dong (beribadah), asal dia (jemaah Ahmadiyah) enggak menyebarkan (aliran) saja. Menurut saya gitu lho. Kalau dia menyebarkan (aliran), urusannya sudah dengan agama. Kalau soal ibadah, mereka tetap punya hak," kata Basuki. 

Sebelum rumah ibadah itu disegel, Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah mengeluarkan Surat Peringatan 1 yang menyatakan bahwa bangunan itu tak sesuai fungsi tentang rumah ibadah dan menyalahi tata ruang. 

Menyusul SP1 itu, SP2 dikeluarkan Pemkot Jaksel pada 3 Juli, dan akhirnya bangunan itu disegel pada 8 Juli 2015.
Read more...
Selasa, 14 Juli 2015

Rasulullah Saw Tak Pernah Memubazirkan makanan, Dengan Menyisakannya.

0 komentar
Rasulullah Saw tak pernah memubazirkan makanan.

Beliau makan jika lapar dan berhenti sebelum kenyang. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39)
..sesungguhnya(meminum)khamar,berjudi,(berkorban)utk berhala,mengundi nasib dgn panah,adl perbuatan keji..(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Jauhilah minuman yang memabukkan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Janganlah meminum minuman keras, karena meminum minuman keras adalah kunci kejahatan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Barangsiapa yang meminum minuman keras, maka nur keimanan akan menghilang dari dirinya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosamu tinggalkanlah (Q.74:4-5). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (Q.2:222). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Allah tidak hendak menyulitkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur (Q.5:6). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

..Allah tidak suka yang kotor dan yang tidak rapi. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Gosoklah gigimu, bersihkan mulutmu sehingga senanglah Tuhanmu. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Bersambung...
Read more...
Minggu, 12 Juli 2015

Perempuan dan laki-laki islam JANGAN PACARAN

0 komentar
Perempuan dan laki-laki islam JANGAN PACARAN, ini berusaha sedikit demi sedikit untuk menjadi Umat Nabi Muhammad SAW.

Karena di dalam islam tidak ada istilah PACARAN..  sedih ketika melihat fenomena yang merebak di kalangan remaja islam ini.
Harusnya mereka tahu jikalau islam tidak pernah mengenal yang namanya pacaran, jika mereka terus melakukan ini sama saja mereka berusaha sedikit demi sedikit untuk meniadakan eksistensi islam.
Ketika Anda islam bertingkahlakulah seperti orang islam. Setau saya.sih islam hanya mengenal siklus seperti ini, khitbah-taaruf-nikah bagi yang mampu tanpa embel-embel pacaran.
Tapi, begitu mengenaskan ketika kita menjadi jomblo untuk menghindari maksiatnya pacaran kita disangka gila bahkan dianggap tidak punya rasa cinta oleh para aktivis pacaran. Menurut saya sih, Orang yang memiliki rasa cinta tidak hanya dipandang dari segi dia memiliki pacar atau tidak. Biadablah cinta,sempitlah arti cinta bila hanya bermakna pacaran.
Bukankah cinta itu suci? Bukankah cinta itu bermakna luas? Cinta tak sekedar berlarut-larut dalam peradaban ikatan saling suka menyukai. Bukan cinta namanya jikalau hanya pentingkan ego dan nafsu, syahwat itu namanya. Yahhh.. memang beginilah hidup di zaman kapitalis, yang taat agama dianggap gila yang langgar agama dianggap pendekar.
Tidak salah lagi, remaja muslim sekarang telah di suguhkan oleh opini sesat, yang melegalkan maksiat atas nama cinta. Sering menemui para remaja yang telah terbius doktrin yahudi yang bertujuan untuk menjadikan sesuatu yang tidak biasa menjadi biasa.
Banyak remaja yang berpacaran di tepi jalan, di dalam kelas, bahkan di atas pohon yang tujuannya untuk menyalurkan birahi mereka dengan nafsu yang membuncah. Harusnya, benar kata teman , Atok. Jangan biarkan orang yang non mengira bahwa islam itu menghalalkan pacaran. Solusinya yah.. jangan pacaran.
memandang menjadi jomblo bukan sebuah pilihan melainkan sebuah kewajiban guna menghindari maksiatnya pacaran. Karena memang islam menganjurkan jangan mengenal cinta sebelum ikatan pernikahan.
Lebih indah mengatakan nikah dulu baru pacaran..
Read more...
Rabu, 15 April 2015

" ALLAH MENJAWAB DO'A AL-FATIHAH KITA "

0 komentar
ALLAH MENJAWAB DO'A AL-FATIHAH KITA 
Mari luangkan waktu sejenak untuk membaca ini, semoga bermanfaat.

Surah Al-Fatihah, rmungkin pada saat kita membaca surah ini banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya.

Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut,ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi ALLAH Subhanahu Wata'ala ber-Firman : Aku membagi Shalat menjadi dua bagian,untuk Aku dan untuk Hamba-KU.

Artinya,tiga ayat diatas Iyyaka Na'budu Wa Iyyaaka Nasta'iin adalah Hak ALLAH dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-NYA.

Ketika Kita mengucapkan : Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin,ALLAH menjawab : Hamba-KU telah memuji-KU.

Ketika kita mengucapkan : ArrahmaaniRRaahiim,ALLAH menjawab : Hamba-Ku telah mengaagungkan-KU.

Ketika kita mengucapkan : Maliki Yaumiddiin,ALLAH menjawab : Hamba-KU memuja-KU.

Ketika kita mengucapkan : Iyyaka Na' budu Wa Iyyaaka nasta'in..ALLAH menjawab : Inilah perjanjian antara AKU dan hamba-KU.

Ketika kita mengucapkan : Ihdinash Shiratal Mustaqiim,Shiratalladzina an'amta alaihim ghairil maghdhubi'Alaihim Waladdhooliin..ALLAH menjawab : Inilah perjanjian antara AKU dan hamba-KU,akan KU penuhi yang ia minta..(H.R.Muslim dan At-Turmudzi)
Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat.

Rasakanlah jawaban indah dari ALLAH karena ALLAH sedang menjawab ucapan kita.

Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut,sebab Malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
Barang siapa yang ucapan "Aamiin " nya bersamaan dengan para Malaikat,maka ALLAH akan memberikan ampunan kepada-NYA..(HR Bukhari,muslim,Abu Dawud).
r
Semoga ALLAH Subhanahu Wata'ala senantiasa memberikan Hidayah (Petunjuk) serta Taufiq (Pertolongan) kepada kita semua,
Allahumma Aamiin.

Pamasi~mubarak
Read more...
Minggu, 12 April 2015

Kekhusyuk'an Shalat dan Sifat-sifat Orang Mukmin

0 komentar
       モDi dalam Quran Majid dengan jelas tertulis: "Qad aflahal- mu'minuun. Alladziina hum   fii shalaatihim khaasyi'uun – (sungguh berbahagia orang-orang mukmin, yaitu orang-orang yang khusyuk di dalam shalat mereka - Al-Mu'minuun, 2-3). 
Yakni, tatkala seorang manusia terus memanjatkan doa sehingga kalbunya meleleh, dan dia menjatuhkan diri dengan ketulusan serta kesungguhan sedemikian rupa di hadapan singgasana Ilahi, sehingga dia menjadi tenggelam dan fana  (larut) di dalamnya, dan dia menghapuskan segenap pikirannya lalu memohon fadhl (karunia) serta pertolongan dari-Nya dan dia meraih ketenteraman sedemikian rupa, sehingga timbul suatu kondisi yang lembut dan haru, barulah pintu keberhasilan (kesuksesan) akan terbuka, yang mengakibatkan kecintaan terhadap dunia menjadi beku. Sebab dua kecintaan [terhadap dunia dan Allah Ta'ala] tidak dapat berkumpul di satu tempat yang sama.
       Oleh karena itu kemudian Allah berfirman, モWa ladziina hum 'anil- lagwi  mu'ridhuun – (dan orang-orang yang berpaling dari pekerjaan sia-sia - Al-Mu'minuun, 4). Di sini yang dimaksud dengan laghwi  (hal yang siasia) adalah dunia. Yakni, tatkala manusia mulai mendapatkan kekhusyukan  di dalam shalat, maka akibatnya di dalam kalbunya rasa cinta terhadap dunia menjadi beku. Namun bukan pula berarti bahwa dia mulai meninggalkan kegiatan tani, dagang dan sebagainya, melainkan dia mulai berpaling dari pekerjaan-pekerjaan yang mengelabui dan yang membuat manusia menjadi lalai terhadap Tuhan.
      Dampak rintihan, tadharu' dan doa-doa serta penghambaan yang dilakukan orang-orang ini terhadap Allah Ta'ala adalah, mereka akan mendahulukan kecintaan terhadap agama daripada kecintaan, ketamakan, dan kesenangan terhadap dunia. Sebab sudah merupakan ketentuan, bahwa suatu pekerjaan baik akan menarik pekerjaan-pekerjaan baik lainnya, sedangkan perbuatan buruk akan menarik perbuatan-perbuatan buruk lamya.
        Tatkala orang-orang itu khusyuk dalam mengerjakan shalat-shalat mereka, maka dampaknya yang mutlak adalah bahwa mereka secara naluri berpaling dari hal-hal yang sia-sia, dan mereka memperoleh najat (keselamatan)  dari dunia yang kotor ini. Dan rasa cinta terhadap dunia menjadi beku, lalu kecintaan terhadap Allah menjadi terbentuk di dalam diri mereka.
       Akibatnya adalah: "Hum lizakaati faa'iluun – (mereka mengeluarkan zakat - A1-Mukminuun, 5).  Yakni, mereka membelanjakan harta di jalan Allah. Dan itu merupakan sebuah dampak dari "'Anil- laghwi   mu'ridhuun – (mereka berpaling dan hal-hal yang  sia-sia]." Sebab tatkala kecintaan terhadap dunia menjadi beku maka akibatnya yang mutlak adalah mereka akan membelanjakan harta mereka di jalan Allah.
       Betapa pun banyaknya  harta kekayaan yang terkumpul pada diri orang-orang seperti itu, mereka tidak peduli dan tidak segan-segan menyerahkannya di jalan Allah. Ada ribuan orang yang tidak membayar zakat sedemikian rupa, sampai-sampai banyak sekali kaum miskin dan fakir dari kaum mereka binasa dan mati, namun demikian mereka tidak mempedulikannya. Padahal dari Allah Ta'ala terdapat perintah untuk membayar zakat dari segala sesuatu, bahkan dari perhiasan sekali pun.
      Ya, dari perhiasan yang dipakai dan sebagainya  memang tidak dikenakan. Dan orang-orang kaya, para bangsawan serta para hartawan, kepada mereka diperintahkan untuk mengeluarkan hitungan dari khazanah-khazanah mereka lalu membayarkan zakatnya atas dasar ketentuan-ketentuan syariat. Oleh karena itu  Allah berfirman bahwa kondisi   'anil- laghwi mu'riduun (mereka berpaling dari hal-hal yang sia-sia)" baru akan terbentuk apabila mereka juga membayarkan zakat.
       Jadi, pembayaran zakat merupakan sebuah dampak dari  モberpaling dari hal-hal yang sia-sia.ヤ Kemudian   Dia berfirman: "Wal ladziina hum lifuruujihim haafizhuun –(dan orang-orang yang menjaga kemaluannya - Al-Mukminuun, 6). Yakni  tatkala orang-orang itu khusyuk  di dalam shalat-shalat mereka, mereka akan berpaling dari hal-hal yang sia-sia, dan mereka akan membayar zakat, maka dampaknya yang mutlak lagi adalah mereka akan menjaga kemaluan-kemaluan mereka. Sebab tatkala seseorang mendahulukan agama daripada dunia, dan dia membelanjakan hartanya di jalan Allah, bagaimana pula dia akan merampas harta orang lain dengan cara yang tidak sah, dan kapan pula dia berkeinginan untuk menekan hak-hak orang lain?
      Dan hak yang paling besar adalah, seorang manusia itu hendaknya tidak melayangkan pandangan buruk terhadap istri orang lain. Dan tatkala dia tidak segan-segan mengorbankan di jalan Allah barang yang dia sayangi seperti harta sekali pun, maka kapan pula dia mau menggunakan mata, hidung, telinga, lidah dan sebagainya untuk hal-hal yang tidak tepat?  Sebab ini merupakan suatu ketentuan bahwa tatkala seseorang telah disiplin melakukan kebaikan-kebaikan tingkat tinggi sedemikian rupa, maka kebaikan-kebaikan tingkat rendah lainnya pun dengan sendirinya tentu dia lakukan.
      Misalnya, tatkala seseorang memanjatkan doa dengan khusyuk,  kemudian dia meninggalkan hal-hal yang sia-sia, dan ketika dia meninggalkan hal yang sia-sia  maka dia pun mulai berani membayar zakat. Dan   mengenai hartanya sendiri dia sudah sedemikian rupa rela berkorban, maka tentu dia benar-benar akan menghindarkan diri dari perbuatan merampas hak-hak orang lain.
       Oleh karena itu lebih lanjut Allah berfirman,  "Wal- ladziina hum li-amaanaatihim wa 'ahdihim raa'uun – (dan orang-orang yang memelihara amanah serta janji  mereka  - Al-Muminuun, 9). Sebab seseorang yang tidak merampas hak orang lain, sedangkan hak-hak yang ia miliki dibayarkannya, maka baginya adalah mutlak bahwa tentu dia sangat menjaga janji-janjinya, dan tidak akan mengkhianati amanat‑amanat orang lain. Oleh karena itu sebagai dampaknya Allah berfirman,  bahwa tatkala sifat-sifat ini terdapat di dalam diri orang-orang itu, maka sudah mutlak bahwa mereka pun akan memegang teguh janji-janji mereka.
       Kemudian sesudah semua itu Dia berfirman: "Wal- ladziina hum 'alash- shalawaatihim yuhaafizhuun – (dan orang-orang yang memelihara shalat-shalat mereka - Al-Mukminuun, 10). Yakni, orang-orang seperti itulah yang memelihara shalat-shalat mereka, dan tidak pernah meninggalkannya. Dan tujuan sebenarnya penciptaan manusia pun adalah supaya manusia mempelajari hakikat shalat.  Sebagaimana Allah Ta'ala telah berfirman: "Wa maa khalaqtul jinna wal- insaa illaa liya'buduun – (dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku - Adz-Dzaariyaat, 57). (Malfuzat,  jld. X. hlm. 63-66).
Pamasi~ mubarak
Read more...

kisah lucu, ringan menemani minum teh di sore hari.

0 komentar
‪#‎ALKISAH‬ terdapat kasus pembunuhan, seorang pria yang dengan sadisnya ngebantai seorang nenek di kereta, kasus ini sudah nyampek tahap pembuktian di pengadilan. Namun hakim hingga detik ini belum mampu mencari tauk alasen kenapa pria ini membunuh nenek itu..
HAKIM: "Tolong sodara jawab dengan jujur, kenapa sodara sampek tega ngebunuh nenek yang gak bersalah itu?

Anda orang kaya dan gak ada indikasi mencuri. Dan dari data yang kami punya, anda pun gak pernah dendam kepadanya...
TERSANGKA: "Ceritanya begini pak, waktu itu saya dari Jakarta akan berangkat ke Surabaya naek kereta api. Saya naik kereta satu gerbong dengan nenek itu.
Saya duduk di deket jendela dan nenek itu berada tepat di sebelah saya.
Setelah kereta melewati pemberhentian pertama, datanglah petugas yang akan memeriksa karcis kami. Nenek itu lebih dulu dimintai karcis, kemudian nenek itu ngeluarin tasnya yang gede dan di dalam tasnya yang gede itu dia ngeluarin tasnya yang kecil dan di dalem tasnya yang kecil dia ngeluarin dompet yang gede dan di dalem dompet yang gede dia ngeluarin dompet yang kecil lagi dan di dalem dompet yang kecil ada dompet tangan dan di dalem dompet tangan ada karcis kereta tersebut lalu ngasihin karcis itu pada petugas karcis, kemudian si pemeriksa karcis mendatangi saya dan saya berikanlah langsung karcis saya tersebut.
Kemudian gak lama setelah pemberhentian pertama kereta kembali berhenti di perberhentian kedua. Lagi-lagi di sana ada pemeriksaan karcis.
Nenek itu kembali didatangin lebih dulu dan kemudian dia ngeluarin tasnya yang gede dan di dalem tasnya yang gede itu dia ngeluarin tasnya yang kecil dan di dalem tasnya yang kecil dia ngeluarin dompet yang besar dan di dalam dompet yang besar dia ngeluarin dompet yang kecil dan di dalem dompet yang kecil ada dompet tangan dan di dalem dompet tangan ada karcis kereta tersebut dan ngasihin pada petugas karcis, kemudian si petugas karcis ngedatangin saya dan saya ngasihin karcis saya tersebut.
Setelah 30 menit kemudian, kereta kembali berhenti untuk pemberhentian ketiga. Dan lagi-lagi dateng si pemeriksa karcis.
Nenek itu kembali didatangin lebih duluk dan kemudian dia ngeluarin tasnya yang gede dan di dalem tasnya yang gede itu dia ngeluarin tasnya yang kecil dan di dalem tasnya yang kecil dia ngeluarin dompet yang gede ada domp...."
HAKIM: PLANNKK!! ‪#‎Ngetok‬ Palu ‪#‎Motong‬ Pembicaraan..
"Tolong ya! Saya mohon sodara lebih serius sedikit di pengadilan ini ! Jangan maen-maen ya !!"
TERSANGKA: "#?!%"*@#&%
"Tuh kaan... !! Baru sampek stasiun ketiga aja pak hakim udah sewot !!"
"Saya sampek Surabaya PAK! SURABAYAAAAA....!!"
Read more...
Senin, 30 Maret 2015

Siapa yang mau membeli ini seharga satu dirham?

0 komentar
HARGA DUNIA
"Siapa yang mau membeli ini seharga satu dirham?" Maka para sahabat berkata: "Gratis saja kami tidak mau ya Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, apa yang bisa kami perbuat dengan bangkai tersebut" beliau kemudian berkata: "siapa yang mau mengambil bangkai ini secara cuma cuma" dan sahabat pun berkata "Jika kambing tersebut hidup pun telinganya cacat, kami tidak mau, bagaimana jika sudah menjadi bangkai ya Rasulullah"
Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: "Demi Allah dunia ini lebih hina di sisi Allah dibanding bangkai ini di mata kalian". (HR Muslim)
Itulah harga dunia yang selama ini menyita kehidupan kita sehari hari. Dunia yang membuat kita lalai dalam beribadah kepada Allah tak ada harganya di sisi Allah. Hal ini juga di pertegas dalam hadist lain.
"Jika dunia itu senilai sayap nyamuk di sisi Allah maka niscaya Allah tidak kan memberikan seteguk minum kepada orang kafir."
Maka langkah kita adalah Jangan kita membeli dunia dengan seluruh jiwa raga kita, kita akan hancur
Read more...
Minggu, 29 Maret 2015

Keluarga Yang Sakinan Mawahdah Warohmah.

0 komentar
Berharap keluarga besar yang Sakinah, Mawadah, Warahmah
Semoga pernikahan mempelai laki2 dan wanita menjadi pernikahan yang abadi dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah….biasanya doa itu yang kita panjatkan untuk kedua mempelai dan juga untuk kedua keluarga besar mempelai (yang akan menjadi besan itu) dalam sebuah pernikahan, dan yang diutarakan oleh kedua pihak orang2 tua mempelai, baik dalam surat undangan yang mestinya dibaca oleh ratusan bahkan bisa ribuan orang serta disampaikan dalam Khutbah Nikah dan doa pernikahan.

Arti dari sakinah, mawadah wa rahmah itu adalah damai, tenang dan tentram dalam rajut cinta dan kasih sayang nan sejuk dan abadi sampai akhir hayat tentunya: Sakiinah artinya tenang, tentram; Mawaddah artinya cinta, harapan; Rahmah artinya kasih sayang dan dan yang dirujuk dari Kitab Suci Al-Qur'an:
"Di antara tanda-tanda (kemahaan-Nya) adalah Dia telah menciptakan dari jenismu (manusia) pasangan-pasangan agar kamu memperoleh sakiinah disisinya, dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya dalam hal yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kemahaan-Nya) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum 30:21)
Dalam perkembangannya, kata sakinah yang berarti kedamaian, ketentraman, ketenangan, kebahagiaan. Mawadah yang berarti kasih sayang. Mawaddah mengandung pengertian filosofis ialah  adanya dorongan batin yang kuat dalam diri si pencinta untuk senantiasa berharap dan berusaha menghindarkan orang yang dicintainya dari segala hal yang buruk, dibenci dan menyakitinya. Mawaddah adalah kelapangan dada dan kehendak jiwa , untuk menghindarkan diri dari kehendak buruk. Rahmah atau rahmat yang berarti kelembutan hati dan perasaan empati yang mendorong seseorang melakukan kebaikan kepada pihak lain yang patut dikasihi dan disayangi termasuk semua anggota keluarganya.
Karena itu, kedamaian dan kesejukan berumah tangga akan terbina dengan baik, harmonis serta penuh cinta kasih dan semangat berkorban bagi yang lain. Pada saat bersamaan jiwa dan ruh rahmah tersebut akan membingkainya dengan dekap kasih dan sapaan lembut sang Khalik dengan selalu mengingat atau menyadari bahwa pada satu saat nanti semua orang akan dipanggil menghadap kepada Sang Pencipta Khalik-nya, dengan meninggalkan segala harta duniawi (termasuk emas & asset) yang selama ini dikumpulkan dengan perasaan rakusnya itu, seolah-olah ia itu mengira akan hidup selama-lamanya di dunia yang fana ini, dengan perilaku, perbuatan dan perkataannya dengan melupakan doa dan pengharapannya yang disebut sebagai  Sakinah, Mawadah,  Warahmah itu, dan janganlah sampai manusia berbuat selama hayatnya yang bertentangan dengan doa dan pengharapannya ini.
Read more...
Sabtu, 28 Maret 2015

Wanita Muslim itu Cantik, mau tahu Caranya?

0 komentar
💃WANITA ITU CANTIK
Bismillahirrohmanirrohiim
Sahabat member ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik.

Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:
💃1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.
Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman dan taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona.Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.
💃2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria.
Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.
💃3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya
Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.
💃4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.
Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.
💃5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.
Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya
💃6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitanya
Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik.
💃7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia.
Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemaninya. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.
💃8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.
Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.
Sahabat member . . .
Kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi.
Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada.
Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara.
Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi.
Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?
Read more...
Kamis, 26 Maret 2015

Peneliti LIPI memberikan sambutan dlm pengajian bulanan JAI Depok

0 komentar
DR Najib Burhani peneliti LIPI & Pengurus PP Muhamadiyah sdg memberikan sambutan dlm pengajian bulanan JAI Depok minggu 15 Maret 2015

DR Najib : jika orang yg syahadat dlm kondisi perang saja dilarang dibunuh oleh Nabi saw, apalagi orang Ahmadiyah yg rajin tahajud spt dijalsah kemarin...?? Bagaimana sikap Nabi saw jika tahu orang Ahmadi yg rajin ibadah ini malah mau dibunuh & dibilang sesat oleh muslim lainnya...?? Nabi saw pasti akan marah sekali pada yg mengkafirkan Ahmadiyah tsb

DR Najib : Saat2 ini kondisi keberagamaan kita menjadi kaku krn banyak pemuka agama membuat list hal2 yg menjadikan orang kafir (islam jd sempit), dgn menjadikan sedikit2 orang dibilang sesat kafir & keluar dari islam
Itu akibat global paradoks, dunia jadi global tapi setiap orang menjadi merasa kecil & tdk tenang serta hanya nyaman dgn komunitasnya sendiri. Masing2 orang berusaha membuat identifikasi kaku pd golongannya saja. Jadi dunia makin terbuka tapi hubungan jadi makin kaku & eksklusif
Oleh krn mereka tdk nyaman dgn pluralisme. Pluralisme dianggap sebagai ancaman
Disisi lain kelompok plural yg mempromosikan multikulturusme juga saat ini dikritik, krn justru multikulturisme makin menjadikan penegasan identitas kelompok2 yg berbeda. Bermasyarakat dianggap rukun tapi tdk dlm konteks kita, melainkan masih kau & aku... kita tetap beda
DR Najib : Semua lembaga dakwah islam diindonesia menggunakan referensi Ahmadiyah utk melawan Kristen & agama lain tanpa mengakui itu dari buku yg ditulis tokoh Ahmadiyah. Tantangannya sekarang adalah sedikitnya buku2 yg ditulis oleh Ahmadiyah khususnya diindonesia dlm diskursus perbandingan agama atau solusi permasalahan umat yg standard secara ilmiah utk konsumsi umum. Padahal Hz. Masih Mau'ud as menghabiskan waktu berhari-hari menulis buku utk menjawab masalah umat demikian pula spt Khalifah ke-2 atau Zafrulah Khan.
DR. Najib : Prof Bakri ahli perbandingan agama diindonesia menggunakan buku2 Ahmadiyah untuk literaturnya sebagai referensi utama melalui buku yg disupply Pa Johan Efendi.
Read more...

Faktor-faktor terkabulnya doa.

0 komentar
1-Ikhlas
2-Sungguh-sungguh
3-Yakin dikabulkan
4-Husnudz-dzan kepada ALLAH.
5-Sabar tidak terburu-buru alias tidak cepat bermohon
6-Tawakkal menyerahkan penuh kepada ALLAH tentang bentuk dan waktu pengkabulan doanya.
7-Serta tidak mendikte ALLAH harus mengabulkan doa persis sesuai keinginan sang pendoa (karena ALLAH-lah Yang Maha Tahu tentang yang paling maslahat bagi kita,sedang kita tidak tahu!)
8-Menyertai doa dengan usaha riil secara optimal dan maksimal sebagai bukti kesungguhan doanya dan lain-lain.
SUBHANALLAH..
Semoga ALLAH senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita,agar kita menjadi hamba-Nya yang selalu bertakwa dan bertawakal kepada-Nya,yang mudah-mudahan setiap doa dan hajat yang kita panjatkan kepada ALLAH dapat segera di perkenankan dan di kabulkan oleh ALLAH Ta'ala
mari kita berdo'a dalam shalat zhuhur beberkat.
Allahumma Aamiin
pamasi~mubarak
Read more...

AHMADIYAH MENJAWAB SERANGAN PKS

0 komentar
Entri ini dipublikasikan pada 31 Januari by Musa Mustika, dalam topik Menurut Islam, Pandangan Agama dan kaitkata Diskusi, fatwa MUI, fatwa ulama, informasi, opini, PKS, politik, renungan.


 Bookmark permalinknya. 450 Komentar Kontroversialnya fatwa MUI mengenai merokok dan golput baru2 ini sepertinya menjadi momentum bagi Ahmadiyah di Indonesia utk bangkit kembali. Seperti kita ketahui, MUI pada 29 Juli 2005 mengeluarkan fatwa: "Menegaskan kembali keputusan fatwa MUI dlm Munas II Tahun 1980 yg menetapkan bhw Aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yg mengikutinya adalah murtad (keluar dari Islam)". 

Dengan munculnya fatwa tersebut, seolah-olah Ahmadiyah tenggelam. Kini, dg merosotnya wibawa MUI dlm pandangan masyarakat, akankah Ahmadiyah Indonesia bangkit dari ketenggelamannya? Mungkin saja begitu. Paling tidak, ada usaha utk itu, sebagaimana tercermin dg ditayangkannya sebuah artikel berjudul "Ahmadiyah Menjawab PKS", kemarin.
Di bawah ini saya akan mengutipnya apa adanya. Selanjutnya, silakan para pembaca menyampaikan masukan atau saling berdiskusi secara beradab melalui kotak komentar yg tersedia. Saya hanya akan menjadi penyimak (dan moderator bila perlu).

AHMADIYAH MENJAWAB SERANGAN PKS
Diterbitkan Januari 30, 2009

Agama Tags: Agama, Ahmadiyah, Ahmadiyya, Al-Qur'an, Islam, Khalifah, Muslim, PKS, Qur'an, Religion, renungan.

1. Saya tidak menunjukan salam saya kpd anda karena menurut saya Ahmadiyah bukan Islam.   
2. Laporan Ahmadiyah (yang disampaikan di Komisi 8) tidak sesuai dg yg dilapangan.
Disini mengatakan kitab sucinya Ahmadiyah Al-Quran, akan tetapi dilapangan dimana-mana diseluruh dunia Ahmadiyah kitab sucinya Tadzkirah, dimana di dalamnya ayat2 Al-Quran diaduk-aduk, diacak-acak.
3. Mirza Ghulam Ahmad disebut namanya dg 'Alaihis Salaam'. Padahal 'alaihis salaam' hanya boleh digunakan utk Nabi & Rasul.
4. Mirza Ghulam Ahmad mengaku Nabi & Rasul. Dengan demikian Syahadat menjadi rusak.
5. Jemaat Ahmadiyah ini bisa hidup karena ada yg memanfaatkan yaitu orang Munafiquun dan orang Kafiruun. Orang Munafiqun ialah orang yg dg menghidupkan Ahmadiyah ia mendapatkan dana dan keuntungan atau manfaat2 tertentu. Sedangkan oleh orang kafir, Ahmadiyah dimanfaatkan utk memecah belah umat Islam, khususnya di India ketika dijajah oleh Inggris. Ahmadiyah dimanfaatkan oleh Inggris utk melawan orang2 Islam. Inggris memuji-muji Mirza Ghulam Ahmad
6. dan keluarga Mirza Ghulam Ahmad sarna sekali tidak mau berjihad melawan penjajah Inggris.
7. Ahmadiyah ditolak oleh semua ulama dan umat Islam diseluruh dunia. Masih terbuka kesempatan bagi Ahmadiyah utk bergabung dg kami. Dan jika tidak ingin ditolak jangan mengatakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi dan Rasul.  

Demikian 7 buah pernyataan yg disampaikan oleh AS dari Fraksi PKS, dalam acara Temu Wicara Komisi VIII DPR RI dg Ahmadiyah Indonesia, yg berlangsung pd tanggal 31 Agustus 2005.

Berikut adalah  jawaban dari pihak Ahmadiyah atas pertanyaan/pernyataannya itu:

1. Pernyataan sdr. AS:
Saya tidak menunjukan salam saya kpd anda karena menurut saya Ahmadiyah bukan Islam.

Jawaban Ahmadiyah:
Nabi Muhammad SAW, diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan nilai2 akhlak yg terpuji. Dan beliau diperintahkan utk menjalin silatur-rahim dg memperbanyak salam kpd orang yg kenal maupun yang tidak kita kenal, dan memperingatkan kita dengan Sabdanya: "Laa yadkhulul jannata qaati'un." – tidak akan masuk sorga orang yg memutuskan hubungan tali silatur-rahim(Hadits). Al-Quran dg jelas sekali mengatakan: "Walaa taquulu liman alqaa ilaikumus-salaama lasta mu'minan" -Dan janganlah kamu mengatakan kpd orang yg memberi salam kepadamu, "engkau bukan mukmin" (An-Nisa[4]:95). Di awal sidang KOMISI VIII, AhmadSupardi, Jubir Jemaat Ahmadiyah telah mengucapkan SALAM kpd seluruh hadirin dlm Majlis yg terhormat ini, dg ucapan ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WA BARAKATUHU.
Jadi, betapa kontradiksinya pernyataaan Sdr. AS dg Firman Allah dan Uswah Hasanah Rasulullah SAW yg dianut oleh Jemaat Ahmadiyah.

2. Pernyataan Saudara AS :
"Laporan Ahmadiyah tidak sesuai dg yg dilapangan. Disini mengatakan kitab sucinya Ahmadiyah AI-Quran, akan tetapi dilapangan dimana-mana diseluruh dunia Ahmadiyah kitab sucinya Tadzkirah, dimana didalamnya ayat2 AI-Quran diaduk-aduk, diacak-acak".

Jawaban Ahmadiyah:
Pernyataan saudara AS itu sama sekali salah dan fitnah semata-mata!!.
Sebab, dimanapun Jemaat Ahmadiyah berada di dunia ini, tidak pernah menyatakan bhw Tadzkirah itu adalah kitab suci.
Sebagai seorang yg menjadi wakil rakyat di Dewan yang terhormat, Saudara AS tidak layak mengemukakan pernyataan seperti itu. Sebab, tidak layak bagi seorang penyebar fitnah utk duduk mewakili rakyat di Dewan yg terhormat seperti ini. Sebagai orang yang beragama, peringatan Allah Swt. dlm AI-Quran ini, cukuplah menggetarkan jiwa, yang artinya: "Dan janganlah engkau ikuti apa2 tentang hal itu yg engkau tdk mempunyai pengetahuan. Sesungguhnya, telinga dan mata dan hati, tentang semuanya ini akan ditanya. " (Bani Israil/Al-Isra'[17]:37) dan juga pd ayat lain yg artinya:
"Hai orang-orang yg beriman, jauhilah banyak berprasangka, karena sebagian prasangka itu adakalanya merupakan dosa. Dan janganlah kamu saling memata-matai, dan jangan pula sebagian kamu mengumpat sebagian yg lain." (Al-Hujurat[49]:13), serta pd ayat lainnya yg artinya:
"Mereka yg berbuat aniaya terhadap orang2 mukmin laki-laki dan orang2 mukmin perempuan, kemudian mereka tdk bertobat, niscaya bagi mereka ada siksaan neraka jahanam dan bagi mereka ada adzab yg membakar hati." (Al-Buruj[85]:11).
Selain penjelasan tersebut diatas, dirasa penting utk menambahkan penjelasan mengenai tuduhan dan fitnah yg dilontarkan oleh Saudara AS bhw Jemaat Ahmadiyah mengacak-ngacak dan mengaduk-aduk ayat2 suci Al-Quran.
Jemaat Ahmadiyah tdk pernah mengacak-acak atau pun mengaduk-aduk ayat Suci Al-Quran, sebab Al-Quranul Karim diimani oleh Jemaat Ahmadiyah sebagai kitab Suci dan Kitab Syariat yg terakhir, bahkan kami meyakini kebenaran Firman Allah berikut ini yg artinya:   

"Sesungguhnya, Kami-lah yg telah menurunkan Peringatan (Al-Quran) ini, dan sesungguhnya Kami-lah pemeliharanya." (Al-Hijr[15]:10).

Menurut ayat ini Al-Quran tdk mungkin dpt diacak-acak dan di aduk-aduk karena dipelihara dan dijaga oleh Allah Swt Wujud Yang Maha Kuasa, sehingga tdk diperlukan campur tangan manusia dg cara kekerasan utk melindungi dan menjaganya.
Selain meyakini hal tersebut diatas, dalam upaya meluaskan dakwah Islam dan risalah Rasulullah SAW. Kami, Jemaat Ahmadiyah, juga telah, sedang, dan akan menerjemahkan Al-Quranul Karim ke dalam berbagai bahasa di dunia. Dan, kini, kami, Jemaat Ahmadiyah, telah berhasil menerjemahkan Al-Quran ke dlm 100 bahasa di dunia, seperti: Inggris, Prancis, Portugis, Jerman, China, Rusia, Tagalog, Korea, Swahili, Jepang, ItaIi, Spanyol, Belanda, Indonesia, dll.
Adakah para pecinta Al-Quran yg telah melakukan hal yg sama, yakni menterjemahkan Al-Quran ke dlm berbagai bahasa seperti yg dilakukan Jemaat Ahmadiyah?
Tidakkah lebih baik bagi kita untuk ber-fastabiqul khairat?
Kami telah menjelaskan bhw Jemaat Ahmadiyah tdk pemah mengacak-acak dan mengaduk-aduk ayat-ayat suci AI-Quran seperti yg dituduhkan oleh saudara AS.
Dan perlu kami tegaskan lagi disini, TAZKIRAH, BUKANLAH KITAB SUCI AHMADIYAH,  dan BUKAN DISUSUN OLEH  PENDIRI JEMAAT AHMADIYAH.
Buku Tadzkirah hanyalah kumpulan wahyu, ilham, kasyaf, dan ru'ya yg dikutip dan dihimpun dari berbagai buku dan selebaran Pendiri Jemaat Ahmadiyah.
Tadzkirah diterbitkan pertama kali menjadi sebuah buku pd tahun 1935, yaitu 27 tahun setelah wafatnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Sama sekali tdk terbetik dlm pikiran orang2 Ahmadiyah, bhw Tadzkirah adalah kitab suci. Maka itu, ketika ada orang yg menyebarkan fitnah bhw Jemaat Ahmadiyah mempunyai kitab suci sendiri bernama Tadzkirah, maka kami sangat heran. Dan bertambah heran lagi, ketika mereka termasuk juga Saudara AS, memaksa kami utk mengakui Tadzkirah sbg sebuah kitab suci. Di dlm sejarah Islam, dijumpai banyak sekali ulama2 Masa Awwal, yaitu ulama2 yg ke zuhudan dan kesuciannya tdk diragukan lagi, bahkan sulit utk mendapatkan contoh dan bandingannya dizaman sekarang ini. Para Ulama Masa Awwal ini mengemukakan pengalaman2 rohani mereka bhw mereka menerima wahyu dari Allah Swt. Di dalam wahyu yg mereka terima, nampak dg jelas, sebagiannya sama persis dg ayat-ayat Al-Quran, dan sebagiannya lagi, campuran antara kata-kata yg persis dg ayat-ayat Al-Quran dan kata-kata lain yg bukan ayat-ayat Al-Quran.
Contoh wahyu yg diterima oleh Ulama Masa Awwal ini, akan kami kemukakan dibagian akhir dari penjelasan terhadap tuduhan ini.
i. Pernyataan para Ulama Masa Awwal, bhw mereka menerima wahyu, menjadi bukti sempurnanya firman Allah Swt yg menyatakan bhw Dia adalah Wujud Yang Al-Mutakallim (Maha Berkata-kata) sebagaimana firman-Nya yg artinya:
* "Dan tidaklah mungkin bagi manusia agar Allah berfirman kepadanya, kecuali dg wahyu langsung, atau dari belakang tabir, atau dg mengirimkan seorang utusan guna mewahyukan dg izin-Nya apa yg dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Luhur, Maha Bijaksana".(As-Syura[42]:52)
Menurut para Ulama Masa Awwal, orang yg mengingkari adanya lagi wahyu setelah AI-Quranul Karim sempurna diturunkan, itu dikarenakan ia tdk mendalami dan tdk pernah merasakan nikmat-nikmat rohani sebagaimana yg dirasakan oleh para Ulama Masa Awwal itu. Allamah Allusirahimallahu dlm Tafsir yg ditulis dlm Ruuhul Ma'aani juz 7 hal 326 menyatakan: "Kamu hendaknya mengetahul bhw sebagian ulama mengingkari turunnya malaikat pd hati selain Nabi sebab mereka tdk merasakan lezatnya.  Jelasnya bhw malaikat itu turun tetapi dg Syari'at Nabi kita shallallaahu 'alaihi wasallam. "Setelah Rasulullah Saw, wafat, Allah Swt. masih terus menerus menzahirkan sifat AI-Mutakallim-Nya, misalnya: Ketika para sahabat berselisih pendapat tentang memandikan jenazah Rasulullah Saw. apakah dg cara menanggalkan pakaian beliau atau tdk menanggalkannya, maka turunlah wahyu dari Allah kepada mereka: "Ighsiluu rasuulallaahi Wasallaam wa 'alaihi tsiyaabuhu."  Artinya: "Mandikanlah Rasulullah Saw dalam keadaan beliau berpakaian." (HR. Baihaqi dari Aisyah r.a. dan Misykat Bab. AI-Kiramat hal. 545).
Ini adalah wahyu yg turun segera setelah Rasulullah Saw wafat yg membuktikan bhw WAHYU BERUPA PENJELASAN DAN BUKAN WAHYU SYARI'AT MSSIH TETAP TURUN.! 

ii. Imam Muhyiddin Ibnu Arabi menulis di dlm kitab beliau Futuhatul Makiyah jld. 3 hat 367 bhw beliau menerima wahyu sebagai berikut yg artinya: "Katakanlah, kami beriman kepada Allah dan beriman kpd apa yg diturunkan kpd kami dan kpd apa yg diturunkan kpd Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya dan apa yg diberikan kpd Musa, Isa dan apa yg diberikan kpd nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tdk membeda-bedakan satupun dari antara mereka dan kami berserah diri kpd-Nya."Wahyu yg diterima oleh Ibnu Arabi ini sama persis dg ayat Al-Quran surah Al-Baqarah[2]:136.

iii. Syeikh Abdul Qadir Jaelani di dlm Futuuhul Ghaib menulis yg artinya:
"Engkau akan dijadikan kaya dan pemberani. Dan engkau akan dianugerahi kemuliaan. Dan engkau akan dianugerahi dg karunia bermukhaathabah bhw engkau di sisi Kami pd martabat yg tinggi, yg luhur dan jujur."
Wahyu ini merupakan campuran dari kata2 yg persis sama dg ayat Al-Quran S. Yusuf[12]:55 dg kata-kata lain yg sama sekali tdk persis ayat Al-Quran. Masih banyak lagi contoh-contoh yg dpt dikemukakan, namun karena keterbatasan waktu dan tempat, maka kami cukupkan demikian.
Dengan demikian, jika pernyataan saudara AS dianggap benar bhw dg adanya Tadzkirah itu telah terjadi perbuatan 'mengacak-acak dan mengaduk-aduk Al-Quran, berarti Saudara AS, setuju menganggap para Ulama Masa Awwal yg suci itu pun telah mengacak-acak dan mengaduk aduk ayat2 suciAl-Quran, padahal para ulama masa awwal itu adalah orang2 yg dekat kpd Allah Swt. Kami sangat tdk setuju dg pernyataan Saudara AS yg menyatakan bhw Al-Quran dpt diacak-acak dan diaduk-aduk karena pernyataannya itu jelas2 bertentangan dg firman Allah Swt didalam Al-Quranul Karim. Kami sangat menjunjung tinggi, menghormati dan memuliakan Al-Quranul Karim. Sebab, demikianlah yg diajarkan oleh Allah Swt., Nabi Muhammad SAW., dan nasihat Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Berkenaan dg kedudukan Al-Quran, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, Pendiri Jemaat Ahmadiyah, menulis: 
*Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yg penting, yaitu bhw KAMU JANGAN HENDAKNYA MENINGGALKAN AL-QURAN seperti sebuah buku yg telah dilupakan; sebab, di dalamnya terletak sumber kehidupanmu.
*Barangsiapa yg memuliakan Al-Quran akan memperoleh kemuliaan di langit.
*Barangsiapa yg menjunjung tinggi Al-Quran diatas segala hadits dan segala sabda yg lain, akan dijunjung tinggi di Langit.
*Bagi umat manusia diatas permukaan bumi ini, kini tidak ada Kitab lain kecuali Al-Quran, dan bagi seluruh Bani Adam tdk ada pedoman hidup kecuali Al-Quran.
*Kini tdk ada seorang Rasul dan Juru Syafaat kecuali Muhammad Mustafa Saw. Maka berusahalah kamu sekalian utk mendambakan kecintaan yg semurni-murninya bagi Nabi yg agung ini, dan janganlah memberikan kpd siapapun suatu tempat yg lebih tinggi daripada beliau, agar supaya kamu digolongkan diantara orang2 yg telah diselamatkan.
*Dan ingatlah baik2, bhw Najat (keselamatan) bukanlah suatu hal yg kamu sekalian akan mengalaminya nanti di Akhirat, melainkan sesungguhnya Najat yg hakiki itu memperlihatkan cahaya-nya di alam dunia ini juga.
*Siapakah yg beroleh Najat itu?
lalah orang yg benar2 yakin, bhw Tuhan itu adalah suatu realitas dan bhw Muhammad Saw adalah Juru Syafaat yg menengahi antara Tuhan dan seluruh ummat manusia bhw di bawah langit ini, tidak ada Rasul lain yg semartabat dg beliau saw. dan tidak ada Kitab lain yg sederajat dg AI-Quran."(Bahtera Nuh, hal. 20)
*."Wahai kalian yg kusayangi! Anda sekalian singgah di dunia ini hanya utk sekejap saja, dan itu pun sebagian besar telah anda lalui. Oleh karena itu janganlah membangkitkan amarah Tuhan. Suatu pemerintahan manusiawi yg lebih berkuasa dari anda, jika Tuhan marah terhadap anda, ia dpt membinasakan anda. Maka bayangkanlah betapa anda dpt menyelamatkan diri dari kemurkaan Allah Ta'ala." (Bahtera Nuh, hal. 99)

3. Saudara AS mengatakan:
"Mirza Ghulam Ahmad namanya selalu disebut dg "Alaihis-Salam", padahal Alaihis-Salam itu hanya boleh digunakan bagi Nabi dan Rasul saja."

Jawaban:
Dari pernyataan ini dpt difahami betapa saudara AS tdk mengerti apa itu "Alaihis-Salam", dan apa makna dan arti dari kalimat Alaihis Salaam. Kata "Alaihis-Salam", mengandung suatu do'a, yaitu semoga Allah swt melimpahkan Salam dan keselamatan kepadanya. Ada pesan khusus yg disampaikan Nabi Muhammad saw berkaitan dg diri nabi Isa yg beliau saw janjikan, sebagai berikut: Diriwayatkan oleh Anas r.a Rasulullah saw bersabda yg artinya: "Siapa saja diantara kamu yg dapat berjumpa dg lsa Ibnu Maryam, maka sampaikanlah salamku kepadanya."( diriwayatkan dari Hakim dlm Mustadrak 4 /545 ).
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW, bersabda yg artinya: "Aku sungguh2 mengharapkan – kalau umur panjang, akan dpt berjumpa lsa Ibnu Maryam andaikan aku keburu mati, siapa diantara kalian yg bertemu dg lsa, maka sampaikanlah salamku padanya". ( diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad 2 /298,249 ). Jadi kata yg kami ucapkan alaihis salaam bagi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad manakala kami menyebut nama beliau, mengandung dua tujuan dan dua makna.  *Pertama, berupa do'a, semoga Allah swt melimpahkan salam dan keselamatan kepadanya.
*Kedua, berarti alaihi salaamur Rosuulillah saw:, yakni salam Rasulullah Saw. utk beliau. Makna yg kedua ini utk memenuhi amanat Rasulullah saw agar menyampaikan salam beliau Saw. manakala kami melihat, berjumpa atau mendengar maupun mengucapkan nama lsa yg dijanjikan.
Orang yg seumur hidupnya hanya sekali melakukan shalat, tetap diizinkan menggunakan doa seperti itu utk dirinya. Sebagaimana yg dibaca di dalam shalat yaitu: Assalaamu'alainaa, yg bentuk lainnya adalah: Alainas-Salaam(Keselamatanlah utk kami). Bentuk ini sama seperti  'Alaihis-Salam(Keselamatan untuknya). Jika orang seperti ini diperbolehkan menggunakan do'a demikian utk dirinya, lalu mengapa bagi wujud yg telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW., tidak boleh digunakan ucapan yg mengandung doa seperti itu, sebagaimana saudara AS berkeberatan terhadap Jemaat Ahmadiyah utk menggunakan doa yg diajarkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW., utk disampaikan kpd Isa ibnu Maryam Yang Dijanjikan? Jadi, kami menyebut Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dg sebutan Alaihis Salam, hanyalah semata-mata melaksanakan pesan agung Yang Mulia Rasulullah SAW, Dan, kami mengimani dan meyakini, Mirza Ghulam Ahmad as, sebagai Imam Mahdi dan Isa ibnu Maryam Yang Dijanjikan kedatangannya, juga semata-mata hanyalah ketaatan kami kpd beliau SAW., sebagaimana beliau bersabda yg artinya: Apabila kalian melihatnya, maka bai'atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena beliau itu adalah Khalifatullah AI Mahdi(yang mendapatkan petunjuk.)" (Sunan Ibnu MajahDarul Fikr, tt, Jilid II hal 1367, Hadits No 4084,Musnad Ahmad, Jld. IV, haI85).

4. Saudara AS mengatakan:
"Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Nabi dan Rasul, dg demikian Syahadat menjadi rusak."

Jawaban:
Jemaat Ahmadiyah tidak pernah merusak ataupun merobah Kalimah Syahadat. Syahadat Jemaat Ahmadiyyah adalah: "Asyhadu a( n) laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah". Hal tersebut dpt Saudara AS buktikan dlm kehidupan sehari-hari. Orang2 Ahmadiyah dimanapun mereka berada selalu mengucapkan syahadat tersebut baik dalam shalat2 mereka, dlm ikrar perkawinan2 mereka, atau yg tertera di papan2 nama Jema'at Ahmadiyyah Indonesia dimanapun, atau pada surat2 pernyataan baiat yg dibacakan setiap orang yg menyatakan ikrar bai'at bergabung ke dlm Jema'at Ahmadiyah. Kalau ada yg mengatakan, Ahmadiyah telah merobah dua kalimah syahadat, seperti halnya Saudara AS, mereka itulah sesungguhnya yg telah merobah, lalu menuduhkannya kpd Jemaat Ahmadiyah. Syahadat Jemaat Ahmadiyah, ialah: "Asyhadu a( n) laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah". Justru kami mendengar sebagian masyarakat Islam Indonesia ada yg mengucapkan kalimah syahadat model baru: "Asyhadu a( n) laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, laa rasuula walaa nabiyya ba'dah" Syahadat seperti ini tdk pernah diucapkan oleh Rasulullah Saw dan para shabatnya, juga tdk pernah diucapkan oleh Jemaat Ahmadiyah. Nah, siapa sebenarnya yg merobah-robah dan merusak syahadat?

5. Saudara AS mengatakan:
"Jemaat Ahmadiyah ini bisa hidup karena ada yg memanfaatkan yaitu orang Munafiquun dan orang Kafiruun. Orang Munafiqun ialah orang yg dg menghidupkan Ahmadiyah ia mendapatkan dana dan keuntungan atau manfaat2 tertentu. Sedangkan oleh orang kafir, Ahmadiyah dimanfaatkan utk memecah belah umat Islam, khususnya di India ketika dijajah oleh Inggris. Ahmadiyah dimanfaatkan oleh Inggris utk melawan orang2 Islam. Inggris memuji-muji Mirza Ghulam Ahmad dan keluarga Mirza Ghulam Ahmad sama sekali tdk mau berjihad melawan penjajah Inggris." 

Jawaban:
Saudara AS, silahkan membuktikan pernyataan-pernyataannya, bhw ada orang munafiq yg mengambil manfaat dari Ahmadiyah. Sebab, Jemaat Ahmadiyah tdk pernah mengetahui adanya orang2 yg dituduhkan demikian. Selama hidupnya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, terus menerus membela dan meninggikan Islam dg cara, al:
*Mengemukakan keindahan2 ajaran Al-Quran, Sunnah Rasulullah SAW., serta membuktikan dg cara bijaksana kekeliruan ajaran yg didasarkan kepada pemahaman tentang wafatnya Nabi Isa as, diatas kayu salib. Cara yg bijaksana dan menggunakan logika yg berdasarkan kpd ayat2 Suci Al-Quran dan Sabda-sabda Nabi Muhammad SAW., menjadikan dakwah beliau sebagai dakwah yg damai dan sesuai Akhlaqul Karimah yg dicontohkan Rasulullah SAW.
Cara seperti ini tentu di puji oleh kawan maupun lawan. Tuduhan Saudara AS, bhw Ahmadiyah digunakan oleh Inggris utk memecah belah umat Islam, adalah tuduhan yg tidak berdasar dan salah sama sekali. Sebab, bagaimana mungkin Inggris yg agama negaranya berdasarkan ajaran trinitas, menggunakan beliau yg membela Islam dan mengajarkan tauhid. Inggris yg berkeinginan menarik simpati masyarakat Islam India, tdk mungkin menggunakan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai kaki tangan karena beliau secara zahiriyah dimusuhi oleh sebagian ulama dan umat Islam. Hal ini tentu kontraproduktif bagi kepentingan Inggris. Pemerintah Inggris walaupun tdk setuju dg pemahaman dan aqidah Pendiri Jemaat Ahmadiyah, namun karena cara beliau as bertabligh mengikuti akhlaqul karimah Rasulullah Saw, oleh karena itu fihak Pemerintah tdk merasa terancam. Pemerintah hanya akan merasa terancam jika ada golongan yg melakukan tindakan anarkis dg mengatasnamakan agama.
Sebab tindakan anarkis seperti itu bukan hanya membahayakan bagi sebagian masyarakat, tapi justru suatu saat akan menimbulkan berbagai bencana keamanan yg lebih luas di dalam masyarakat.

6. Saudara AS mengatakan bhw:
"Pendiri Jemaat Ahmadiyah tdk melakukan jihad melawan Inggris".

Jawaban Ahmadiyah:
Tuduhan ini pun merupakan tuduhan yg tidak berdasar. Karena jihad menegakkan Tauhid dihadapan penguasa merupakan jihad yg besar. Sedangkan jihad mengangkat senjata secara fisik, adalah jihad kecil menurut Rasulullah SAW., bahkan beliau SAW., mengkhabar ghaibkan, Al-Masih Yang Dijanjikan itu, akan meninggalkan perang fisik (Yadha'ul-harba) (Bukhari dan Muslim). Pemerintah Inggris pd waktu itu memberikan kebebasan beragama dan melindungi hak2 sipil masyarakat. Menurut catatan sejarah India, banyak sekali ulama Islam disana memuji-muji pemerintah Inggris, misalnya:
   6.1. Syamsul 'Ulama Maulana Nazir Ahmad Dehlwi, seorang Pendiri Ahli Hadits dan Deobandi, menulis: "Kesejahteraan seluruh Hindustan akan terjamin jika ada pemerintah asing menguasai mereka, yg bukan Hindu dan bukan pula Islam, yakni raja-raja yg datang dari Eropa (Kalau tidak ada, juga orang Inggris, siapa saja; yg penting dari Eropa); akan tetapi, merupakan anugrah Ilahi yg tak terhingga ternyata Inggris yg menjadi raja."(Kumpulan ceramah-ceramah Maulana Nazir Ahmad Dehlwi, hal 504, cetakan tahun 1890). Kemudian beliau berkata: "Apakah Pemerintah Inggris zalim dan bertangan besi? Ya ampun, …. ! Dia lebih lembut dari Ibu-Bapak yg pengasih "(Ibid).
  6.2. Seorang yg selalu terdepan di dalam menentang Pendiri Jemaat Ahmadiyah, yaitu Maulvi Muhammad Husein Batalwi, menulis: "Raja Romawi adalah raja Islam. Tetapi dari segi keamanan umum dan manajemen yg baik (terlepas dari masalah agama), Pemerintah Inggris juga, utk kita orang2 Islam; dan sedikit pun tdk kurang membanggakannya. Dan khususnya, utk kelompok Ahli Hadits, Pemerintah Inggris dari segi keamanan dan kebebasan, kini dibandingkan dg seluruh kerajaan-kerajaan Islam (Romawi, Khurasan dan Iran), lebih dpt dibanggakan !! "Karena adanya keamanan dan kebebasan serta baiknya pengaturan mazhab, pengikut Ahli Hadits menganggap Pemerintah Inggris sebagai ghanimah yg luar biasa. Dan sebagai rakyat bagi kerajaan Inggis ini, lebih baik daripada menjadi rakyat dari Negara-negara Islam."(Majalah Isyaatus-Sunnah No. 10, hal 292-293).
Tentang Jihad dlm Islam, Rasulullah saw mengkhabar ghaibkan bhw Imam Mahdi dan Masihil Mau'ud di Akhir Zaman nanti akan menghentikan atau meniadakan peperangan (Yadha'ul harba). Jihad dimasanya, tidak lagi dg pedang, tetapi jihad Islam akan ditempuh dg sifat Jamal — keindahan, dg dalil , dan akhlak Rasulullah SAW., sebagaimana FIrman Allah: "Panggillah kepada jalan Rabb-mu dg kebijaksanaan dan nasihat yang baik, dan hendaknya bertukar pikiranlah dg mereka serta dg cara yg sebaik-baiknya. Sesungguhnya Rabb-mu lebih mengetahui siapa yg telah sesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui pula siapa yang telah mendapat petunjuk. "(An-Nahl[16]: 126)."
7. Saudara AS mengatakan:
"Ahmadiyah ditolak oleh semua ulama dan umat Islam diseluruh dunia. Masih terbuka kesempatan bagi Ahmadiyah utk bergabung dg kami. Dan jika tdk ingin ditolak jangan mengatakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi dan Rasul."

Jawaban:
Kalimat ''ditolak oleh semua ulama dan umat Islam di seluruh dunia", menunjukkan terbatasnya wawasan pengetahuan dan pemahaman saudara AS. Jemaat Ahmadiyah bukan sebuah agama baru, melainkan hanya sebuah Jemaah dlm Islam. Jika dikatakan bhw Jemaat Ahmadiyah ditolak oleh semua ulama dan umat Islam diseluruh dunia, tidaklah demikian sebab pd kenyataannya tdk semua ulama dan umat Islam diseluruh dunia bergabung dg ulama yg menolak, sehingga ulama yg menolak itu tentu tdk berhak menyatakan mewakili semua ulama dan umat Islam. MUI ketika memfatwakan Ahmadiyah kafir beranggotakan 400 ulama dari seluruh Indonesia. Tapi, tidak semua anggota MUI yg berjumlah 400 orang itu, setuju dg fatwa MUI itu.
Mayoritas orang yg bergabung ke dalam Jemaat Ahmadiyah diseluruh dunia berasal dari umat Islam. Dan dari antara umat Islam yg bergabung itu, ribuan diantaranya adalah para ulama dan imam2 masjid dari berbagai bangsa di 181 negara di dunia. Jumlah mereka sekarang sudah lebih dari 200 juta jiwa. Di Indonesia saja masih banyak ulama dan umat Islam yg tidak setuju dg fatwa MUI maupun pendapat saudara AS. Oleh karena itu tidaklah benar pemyataan saudara AS bhw seluruh ulama dan umat Islam menolak Ahmadiyah. "TIDAK DITERIMANYA OLEH MAYORITAS MASYARAKAT, TIDAK MUTLAK BERARTI YG DITOLAK ITU SALAH ". Sebab kenyataannya, Yang Mulia Rasulullah Saw., wujud yg paling benar dan paling mulia dari semua Nabi dan diutus sebagai Nabi utk seluruh dunia, sampai sekarang ini masih belum diterima oleh mayoritas penduduk dunia walaupun masa penda'waan beliau sudah 15 abad. Walaupun mayoritas penduduk dunia tidak mengakui kenabian Nabi Muhammad Saw, hal itu tidak berarti bhw ajaran yg beliau bawa itu tidak benar. Dan pendapat mayoritas bukanlah jaminan utk menentukan suatu kebenaran. Allah Swt. berfirman artinya: "Dan jika engkau mengikuti kebanyakan orang di bumi, mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan belaka dan mereka hanyalah berdusta" (Al-An'am[6]:117) dan "Hanya Tuhan-lah yg lebih mengetahui orang2 yg sesat dan Dia-lah yg lebih mengetahui orang2 yg mendapat petunjuk." (Al-An'am[6]:118)

Catatan:
Ahmadiyah menggunakan metode penomoran ayat-ayat Al-Qur'an Karim dg menghitung "bismillahirrahmaanirrahiim" yg terletak pada permulaan setiap Surah sebagai ayat pertama, kecuali pada Surah at-Taubah. Lihat http://www.alislam.org
Metode ini digunakan sebagai standar oleh Ahmadiyah karena di dlm Hadits disebutkan bhw setiap Surah yg diturunkan kpd Nabi Besar Muhammad s.a.w. selalu dimulai dg wahyur "Bismillahirrahmaanirrahiim" (H. R. Abu Daud, Al-Hakim), kecuali pd permulaan Surah at-Taubah, karena tanpa diawali dg kalimat Basmallah. Untuk penomoran kutipan dari ayat-ayat terjemahan Al-Qur'an terbitan Departemen Agama RI atau Kerajaan Arab Saudi, ayat "Bismillahirrahmaanirrahiim" pada setiap Surah (kecuali Surah at-Taubah) tidak dihitung sebagai satu ayat. Sehingga terdapat perbedaan dlm penomoran ayat al-Qur'an antara Ahmadiyah dg non-Ahmadiyah
Read more...
Senin, 23 Maret 2015

Perkiraan Harta Nabi Muhammad SAW yang di Infaqkan.

0 komentar
Para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang yang mulia yang Allah pilih untuk menemani Nabi-Nya. Mereka adalah orang-orang yang menggabungkan ilmu dan amal dalam kehidupannya, mereka mengorbankan harta dan jiwa untuk Islam dan kaum muslimin. Oleh karena itu, merekalah tauladan kita setelah para Nabi dan Rasul.

Di antara teladan yang mereka berikan kepada kita adalah keteladanan dalam bersedekah. Demi Islam dan kaum muslimin, harta yang mereka yang mereka miliki seolah-olah tak berarti. Sebanyak apapun yang dibutuhkan untuk Islam dan kaum muslimin akan mereka berikan sesuai dengan apa yang mereka miliki. Bersamaan dengan itu, sedekah tersebut memiliki kualitas keikhlasan yang tak tertandingi. Semoga Allah meridhai mereka.

Berikut ini di antara sedikit dari amalan sahabat Nabi dengan keadaan zaman mereka yang sulit dan kemampuan finansial mereka yang masih terbatas. Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu 'anhu
Ketika Abu Bakar radhiallah 'anhu berkeinginan membebaskan Bilal radhiallah 'anhu dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar radhiallah 'anhu langsung menebusnya.

1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
285,73 gr x Rp 400.000,00 = Rp 114.291.000,00
Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhu
Di dalam Kitab Jami' Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar radhiallah 'anhu telah mewasiatkan 1/3 hartanya (untuk kepentingan Islam) yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan) 510.000 gr emas = Rp 204.000.000.000,00 (204 Miliar)
Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu
Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta,
300 ekor unta x Rp 12.000.000,00 = Rp 3.600.000.000,00
serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas
1000 dinar x 4,25 gr = 4250 gr x Rp 400.000,00 = Rp 1.700.000.000,00 (1 Triliun 700 Miliar)
Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman radhiallah 'anhu masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar
Di zaman Rasul perak memiliki kekuatan beli yang sangat tinggi
595 gram perak = 85 gram emas
100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
30.500.000 dirham x 85/595 = 4.357.143 dinar x 4,25 gr = Rp 18.517.857,8 x Rp 400.000,00
Rp 18.000.000 x Rp 400.000 = Rp 7.200.000.000.000,00 (Rp 7,2 Triliun)
Abdurrahman bin Auf radhiallahu 'anhu
Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas.
1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
200 uqiyah x 31,7475 gr emas = 6.349,5 gr x Rp 400.000,00 = Rp 2.539.800.000,00
Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah
100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
50.000 dinar = 85.000.000.000,00
Ini baru satu amalan dari sekian banyak sedekah lainnya yang mereka lakukan, belum lagi amalan selain sedekah. Inilah upaya mereka berniaga dengan Allah Ta'ala, membeli surga-Nya yang mahal harganya.
BAGAIMANA DENGAN SAYA, DAN ANDA…….?

Read more...
Sabtu, 21 Maret 2015

PERNAHKAH 10.000 KALI TAMAT MEMBACA AL-QURAN?

0 komentar
10.000 KALI  TAMAT MEMBACA  AL-QURA'N  -  HADHRAT  AHMAD

Komentar sorang pakar Muslim: "Telaah Ahmad tentang Al-Qur'an, perenungannya yang dalam tentang segi2 abadi, keyakinannya yang penuh akan kasih dan kemurahan Tuhan dan penghayatannya berkomunikasi dengan-Nya telah membekali dia dengan martabat bermutu sebagai andalan Islam. 

Disertai dorongan inspirasi yang luhur iaergerak untuk memulai sebuah proyek yang tidak hanya akan menolong Islam menghadapi serangan2 dahsyat, tetapi akan dengan jelas dan nyata menegakkan dan memantapkan keunggulan Islam di atas semua agama lainnya. Ia berketetapan mengungkapkan kesempurnan Islam dengan sebuah karya menumental berjudul "Braheen Ahmadiyya."

Pengumpulan dan penyusunan karya monumental ini sedemikian berat pengerjaannya. Ahmad memanfaatkan pustaka keluarga, yang walaupun telah remuk semasa pendudukan kaum Sikh, kini telah direnovasi secukupnya. Ia sendiri yang memiliki perpustakaan ini, tetapi ya hanya itu saja. Ia tidak memanfaatkan fasilitas2 lain di luar Qadian.

Inilah saatnya, ketika telaahannya yang bertahun-tahun, perenungannya yang mendalam tentang arti setiap ayat mulai berbuah.  Putra Ahmad yang pertama –Sutan Ahmad – mengenai tahun2 itu ia berkomentar 'Aku sungguh yakin bahwa pada tahun2 itu (sampai tahun 1881 itu) dia telah menamatkan Al-Qur;an 10.000 kali.

Sumber : Iain Adamson : MIRZA GHULAM AHMAD dari QADIAN  hal. 81-82.
Read more...
Kamis, 19 Maret 2015

Ajaran Indah Islam Tentang Toleransi Beragama.

0 komentar
Ajaran Indah Islam Tentang Toleransi Antar Umat Beragama

Seperti apakah ajaran indah islam berkenaan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan? Mengenai hal ini Hadhrat Khlaifatul Masih al-Khamis atba. Bersabda:
"Di berbagai tempat di dalam al-Quran Karim banyak sekali didapati penjelasan mengenai indahnya ajaran islam, yang di dalamnya selain membahas mengenaihukum-hukum yang ditujukan untuk kalangan intern umat islam sendiri, juga untuk mereka yang non muslim. 

Seperti halnya berlaku baik terhadap orang-orang non muslim, memperhatikan hak-hak mereka, berlaku adil terhadap mereka, tidak melakukan suatu tindak kekerasan dan pemaksaan apa pun dalam hal agama mereka, dan lain sebagainya. Ya, memang dalam beberapa keadaan tertentu peperangan pun diizinkan, akan tetapi ini dalam corak ketika musuh yang terlebih dahulu memulai peperangan tersebut, mereka melanggar perjanjian, menumpahkan darah orang-orang yang tidak berdosa atau berbuat kezaliman yang telah mencapai puncaknya. 

Akan tetapi dalam hal ini pun bukanlah menjadi hak dari suatu golongan atau kelompok dalam suatu Negara, melainkan ini merupakan tugas dari pemerintah untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya untuk mengakhiri kezaliman tersebut, bukannya setiap orang mengatur suatu gerakan jihad dan mulai melaksanakan tugas ini sendiri.

Kezaliman dan Kebengisan Kaum Kafir Mekkah dan Musuh-musuh Islam Melawan Uswah Hasanah Agung Hadhrat Rasulullah saw. Di zaman Hadhrat Rasulullah saw pun oleh pihak musuh ditimbulkan keadaan-keadaan khusus peperangan yang oleh karenanya kaum muslimin terpaksa melakukan peperangan sebagai balasan. Akan tetapi – sebagaimana yang telah saya katakan bahwa – gerakan-gerakan jihad pada masa sekarang ini tanpa adanya alasan-alasan yang membolehkan dan cara-cara yang dibenarkan, dengan semboyan-semboyan jihad dan aksi-aksi mereka, telah memberikan kesempatanuntuk melakukan serangan balasan ini kepada orang-orang dari agama lainnya, dan di dalam diri mereka telah timbul keberanian sedemikian rupa sehingga dengan sangat kurang ajar dan tanpa rasa malu telah melakukan serangan-serangan yang sia-sia terhadap pribadi suci Hadhrat Rasulullah saw dan ini sedang terus mereka lakukan. Sedangkan keadaan wujud yang penuh kasih sayang ini sendiri, yang telah berlaku ihsan kepada umat manusia dan seorang penjaga agung hak-hak kemanusiaan, dalam kondisi perang sekalipun beliau tidak pernah memberikan suatu kesempatan yang bisa memberikan kemudahan bagi para musuh untuk melakukan serangan dengan alasan sebagai balasan. 

Setiap amal perbuatan dalam kehidupan beliau, setiap detik dari kehidupan beliau menjadi saksi akan hal ini, bahwa beliau adalah penjelmaan dari sifat kasih sayang dan hati beliau senantiasa gelisah, sehingga tidak ada hati seseorang pun yang bisa memenuhi tuntutan dan standar kemurahan hati yang telah beliau raih tersebut¸ baik itu dalam keadaan aman maupun dalam keadaan perang, ketika sedang di rumah maupun sedang di luar, dalam urusan-urusan beliau sehari-hari maupun ketika beliau melakukan perjanjian-perjanjian dengan orang-orang dari agama lainnya. 

Beliau telah memberikan permisalan-permisalan dalam hal menegakkan standar tinggi kebebasan beragama, berkeyakinan serta toleransi. Kemudian pada saat memasuki kota Mekah dalam kondisi telah meraih kemenangan besar, dimana sikap memaafkan dan perlakuan kasih sayang beliau terhadap kaum yang telah ditaklukkan itu, dalam hal ini pun beliau telah memberikan hak penuh kebebasan beragama dan telah menegakkan sebuah contoh luhur dari perintah al-Quran berikut ini,yaitu: Laa Ikraaha fiddiin. (QS al-Baqarah:57) yakni, agama adalah urusan hatimu, yang menjadi kehendak-Ku adalah hendaknya kalian menganut agama yang benar, memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat kalian, mencari sarana pengampunan bagi diri kalian, akan tetapi dalam hal ini tidak ada paksaan. 

Kehidupan beliau dipenuhi dengan begitu banyak permisalan-permisalan yang menggambarkan toleransi dan kebebasan beragama serta berkeyakinan seperti ini. Beberapa diantaranya akan saya sampaikan. Siapa yang tidak mengetahui bahwa kehidupan beliau di Mekah selama 13 tahun setelah pendakwaan kenabian beliau begitu keras dan menderitanya. Beliau dan para sahabat ridwaanullahi alaihim begitu banyak menanggung kedukaan dan musibah. 

Di siang hari bolong mereka diseret di atas pasir yang panas membara, dada mereka ditindih dengan batu panas,dicambuk , para wanita dibunuh dengan cara dirobek dari kedua kakinya, mereka dibunuh, disyahidkan. Beliau dizalimi dengan berbagai cara. Terkadang pada saat bersujud punggung beliau ditindih dengan jeroan unta yang karena saking beratnya beliau sampai tidak bisa bangun, dalam perjalanan ke Thaif anak-anak melempari beliau dengan batu, mencaci-maki beliau dengan kata-kata kotor dan tidak pantas, pemimpin mereka menyemangati dan memanas-manasi mereka. 

Beliau begitu terluka parah, sehingga mulai dari kepala hingga kaki beliau berlumuran darah, darah yang mengalir dari bagian atas tubuh beliau pun memenuhi sepatu beliau. Terdapat juga peristiwa Sya'ab Abi Thalib. Beliau, keluarga beliau dan para pengikut beliau diboikot selama bertahun-tahun. Tidak ada sesuatu pun yang bisa dimakan dan diminum. Anak-anak kecil pun menangis karena kelaparan dan kehausan. Dalam keadaan seperti itu seorang sahabat dalam kegelapan merasa ada sesuatu yang lunak di kakinya, lalu ia mengambilnya dan memasukannya ke dalam mulut, dan berharap bahwa barangkali itu sesuatu yang bisa dimakan. 

Ini adalah keadaan yang menggambarkan rasa lapar yang sangat luar biasa. Demikianlah kondisi yang terjadi pada saat itu. Akhirnya ketika keadaan seperti ini memaksa mereka untuk berhijrah, sesampainya di Medinah, di sana pun musuh tidak melepaskan mereka begitu saja dan terus melakukan serangan-serangan. Mereka menghasut orang-orang Yahudi yang tinggal di Medinah supaya memusuhi beliau. Dalam keadaan seperti itu – yang mana secara ringkas telah saya jelaskan – jika timbul suatu bentuk peperangan, dan si teraniaya mendapatkan kesempatan untuk menuntut balas, maka ia akan berusaha untuk menuntut balas kezaliman tersebut dengan kezaliman lagi. Dikatakan bahwa di dalam peperangan segala cara dihalalkan. 

Akan tetapi nabi kita saw dalam keadaan seperti ini tetap menegakkan standar kelembutan hati dan kasih sayang yang luhur. Belumlah lama berlalu setibanya beliau dari Mekah, luka penderitaan itu masihlah segar, rasa sakit beliau pun semakin bertambah dengan melihat dan merasakan penderitaan para pengikut beliau. Akan tetapi beliau tetap tidak melanggar ajaran, asas dan kaidah yang diajarkan islam. Standar tinggi akhlak yang merupakan bagian dari fitrat beliau dan juga bagian dari ajaran islam, beliau tidak melanggarnya. Sekarang lihatlah, beberapa negara barat yang sedang berperang, apakah melakukan juga hal-hal seperti itu? Akan tetapi kebalikannya, lihatlah suri teladan beliau yang tercatat di dalam tarikh berikut ini:

"Tempat yang dipilih lasykar islam untuk berkemah pada saat perang Badar bukanlah suatu tempat yang bagus. Atas hal ini Hubab bin Munadzir ra. bertanya kepada Hadhrat Rasulullah saw bahwa apakah tempat yang beliau pilih untuk berkemah itu berdasarkan ilham dari Allah swt? Apakah Allah swt yang memberitahukan tempat itu atau karena beliau sendiri menyukai tempat itu? Apakah menurut pemikiran beliau tempat itu bagus untuk pergerakan lasykar islam? Maka beliau menjawab bahwa hanya karena alasan strategi perang saja beliau merasa tempat itu lebih baik, karena terletak diketinggian. Maka sahabat itu berkata bahwa di sana bukanlah tempat yang baik. Sebaiknya beliau membawa orang-orang untuk menguasai sumber mata air, kemudian membuat sebuah kolam penampungan air minum dan barulah kemudian berperang. 

Dalam keadaan seperti ini lasykar islam dapat minum air sedangkan musuh tidak akan bisa mendapatkan air. Maka beliau menyetujui usulan tersebut. Lantas para sahabat pun berangkat dan mendirikan kemah di sana. Tidak berapa lama kemudian beberapa orang Quraisy datang ke kolam penampungan air itu untuk minum. Lalu ketika para sahabat berusaha mencegahnya beliau bersabda: "Jangan, biarkanlah mereka mengambil air." (Al-Syirat Al-Nabawiyyah li Ibni Hisyam, Jilid II, Hal. 284, Gazwat al-Badar al-Kubraa. Masywarat al-Hibab 'ala al-Rasul saw.)
Islam Tidak Tersebar dengan Tebasan Pedang Akan Tetapi dengan Ajaran Mengenai Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

Inilah standar tinggi akhlak Rasulullah saw. Meskipun beberapa waktu sebelumnya para musuh membendung sumber mata air sampai-sampai anak-anak kaum muslimin tidak bisa minum, akan tetapi beliau dengan mengabaikan kejadian yang telah lalu itu, beliau tidak mencegah para tentara musuh yang datang untuk mengambil air sampai ke kolam penampungan dan mata air yang sudah berada di bawah penguasaan beliau tersebut. Karena dengan melakukan hal ini akanmencederai asas moralitas. Keberatan terbesar yang diajukan terhadap islam adalah bahwa islam tersebar dengan tebasan pedang. Bisa saja kepada orang-orang yang datang untuk mengambil air ini dilakukan tindakan pemaksaan bahwa jika mereka ingin mengambil air di sana maka mereka harus mematuhi syarat-syarat tertentu. Dalam beberapa peperangan orang-orang kafir melakukan hal seperti ini.

Akan tetapi tidak, beliau tidak melakukan hal itu. Memang dalam situasi ini bias dikatakan bahwa kaum muslimin pada saat itu belum mempunyai kekuatan yang penuh dan masih sangat lemah, oleh karena itu mungkin mereka melakukan tindakan baik ini hanya untuk menghindari perang. Ini adalah suatu pemahaman yang salah. Anak-anak di kalangan umat islam pun tahu bahwa kaum kafir Mekah sangat haus akan darah orang-orang islam, dan dengan melihat sosok seorang muslim mata mereka menjadi sangat beringas. Oleh karena itu pemahaman seperti itu tidak mungkin terlintas dalam benak seseorang, tidak pula dalam benak Rasulullah saw. Semua perlakuan kasih sayang ini beliau lakukan semata-mata karena kasih sayang yang sempurna dan melindungi hak-hak kemanusiaan. Beliau juga lah yang mengenalkan ajaran yang sangat menghargai hak-hak kemanusiaan ini.
Read more...

Ayesha KIm, mercusuar iman untuk wanita Korea

0 komentar
Dari namanya , orang akan tahu di mana ia berasal. Dia sengaja tidak membuang Kim dari nama barunya , Ayesha , setelah masuk Islam . Kim adalah identitas Korea.

 Sekarang ia dikenal sebagai " mercusuar " iman untuk wanita Korea , dan khususnya bagi siswa perempuan negara . Dia membimbing mereka menuju jalan Kebenaran Islam . Dia aktif memberitakan , dari kampus ke kampus . Ia lebih memilih pendekatan logika dalam ajaran Islam .
 
Islam pertama kali datang ke suaminya , Imam Mahdevoon , yang kini ketua Persatuan Muslim di Korea Selatan . Beralhir untuk menyelesaikan perdebatan panjang , mereka berdua akan selalu bersama-sama untuk melintasi jalan Kebenaran .
 
Aisha mampu menemukan kebenaran di tengah-tengah perang dahsyat yang berkobar ketika ia memilih Islam agama mereka . Ia mengadopsi nama Ayesha Islam , setelah nama istri mulia Nabi Muhammad . Dia berpikir bahwa itu akan menjadi sumber berkat baginya . " Serangan misionaris di Korea sangat intens , aku hampir berbalik sebelum dalam Islam yang saya menemukan kebenaran dari apa yang saya percaya . " .
 
Ketika ditanya tentang keterlibatan awal dengan Islam , ia adalah yang pertama diam dan memejamkan mata , seolah-olah ia sedang berusaha untuk menemukan sesuatu yang tersembunyi di relung hatinya . Setelah diam beberapa saat , lanjutnya, ia ingin kedamaian dalam hidup . Suaminya , sudah berislam .
 
"The truth my conscience prompts me that there is only one way to reach the truth," he said. (" Yang benar hati nurani saya mendorong saya bahwa hanya ada satu cara untuk mencapai kebenaran , " katanya .)
 
Pada saat yang sama Perang Korea pecah , memaksa dia untuk naik ke pelabuhan Pusan ​​. Dia lebih merenungkan makna kehidupan . " Akhirnya saya bilang suami saya bahwa " oke, aku akan masuk Islam " setelah saya lihat , Islam adalah satu-satunya benteng untuk menyelamatkan diri kita sendiri dan masyarakat , " katanya .
 
Tentang keterlibatannya dalam misi dunia , tak lepas dari persinggungannya dengan Omar Kim , mengubah Korea pada 1950-an .
 
" Dia telah secara terbuka memeluk Islam . Sebelum meninggal dia telah disarankan , bukan mendesak kita untuk menyebarkan pesan Islam dan mengundang orang untuk menerima Islam , " katanya 
 
Setelah perang , ia menjalankan mandat Kim . Dia pergi ke keluarga korban dan memperkuat . Beberapa tertarik masuk Islam , beberapa masih memegang teguh agama lamanya , tapi hubungan mereka tetap terikat sampai bertahun-tahun kemudian .
 
Setelah ini , ia mengarahkan perhatian pada anak-anaknya . Dia berkata , " Saya hanya harus menahan dua anak perempuan saya tentang kesulitan mereka . Tapi saya menyadari bahwa setelah semua ini , berbicara kebenaran . "
 
Dia menceritakan , adalah anak sulung . Ingin " kemerdekaan " , ia menolak segala bentuk intervensi orang tua . Namun pada usia 25 , ia menerima pesan lain , " Hati saya tenang ketika mereka mendengar Alquran dibacakan . Tapi saya akan mencari informasi maksimum tentang Islam sebelum memutuskan ( untuk bersyahadat atau tidak ) ," katanya menirukan anak bicara .
 
Setelah beberapa waktu , dia juga memeluk Islam . Namanya diubah dari Yoong ke Jamila . Dia menikah dengan seorang Muslim Korea . " Putri saya yang lebih muda menerima Islam pada usia 20. Dia juga menikah dengan seorang Muslim Korea . Dia tinggal di Korea dekat kita . "
 
Dia tenang , memiliki sandaran yang dapat diandalkan . " Saya telah mempercayakan seluruh masalah kepada Allah . Anggota keluarga yang lain belum muslim , tapi saya telah mempertahankan hubungan ini tetap harmonis sesuai dengan prinsip Islam, " katanya .
 
Dia sekarang aktif memberitakan kalangan wanita Korea . " Saya telah didorong banyak wanita Korea untuk menerima Islam , saya telah membuat mereka memahami bagaimana Islam melindungi hak-hak pasangan yang sudah menikah bersama-sama , dan bagaimana Islam memberikan dasar untuk kehidupan keluarga .. Segala puji bagi Allah , saya telah berhasil memimpin sejumlah besar perempuan ke jalur Kebenaran . "
 
Bisnis ini bukan tanpa hambatan . " Kesulitan lain adalah bahwa anak-anak perempuan yang menjadi Muslim harus hidup dalam masyarakat di mana agama mayoritas memiliki otoritas . Untuk alasan ini , untuk menjaga semangat gadis-gadis ini , adalah penting untuk mengatur pertahanan yang efektif . Pertahanan hanya datang melalui Muslim lembaga pendidikan. "
 
Dia mengucapkan terima kasih kepada Korea mengkonversi istikamah cukup . Mereka umumnya juga menjadi pengkhotbah baru , seperti dirinya . Mereka juga didorong untuk secara aktif melakukan kegiatan sosial . "Itu tentu merupakan pesan inti dari Islam , berkat bagi siapa pun di sekelilingnya , " katanya. 

Sumber : http://revertoislam.blogspot.com/
 
 
 
 


Read more...
Rabu, 18 Maret 2015

Ada 4 cara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya.

0 komentar
REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)

"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yg tdk dijamin oleh Allah rezekinya."(QS. 11: 6)
Artinya Allah akan memberikan kesehatan,makan,minum utk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yg terendah.

2. REZEKI TINGKAT KEDUA
"Tidaklah manusia mendapat apa2 kecuali apa yg telah dikerjakannya" (QS. 53: 39)
Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yg dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yg dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh2, ia akan mendapat lebih banyak. Tdk pandang dia itu muslim atau kafir.
3. REZEKI TINGKAT KETIGA
"... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. 14: 7)
Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang2 yg pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yg lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yg pandai bersyukurlah yg dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.
4. REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG2 BERIMAN DAN BERTAQWA)
".... Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu."
(QS.Ath-Thalaq/65:2-3)
Peringkat rezeki yg ke empat ini adalah rezeki yg istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yg benar2 dicintai & dipercaya oleh Allah utk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.
Wallaahu alam..nn
Selamat Menjemput Rejeki ayyuhal Ikhwah,
Read more...
Selasa, 17 Maret 2015

Keutamaan Hari Jumat dalam pandangan Islam

0 komentar
Jumat Mubarak

Jibril pernah mendatangiku, dan di tangannya ada sesuatu seperti kaca putih. Di dalam kaca itu, ada titik hitam. Aku pun bertanya, "Wahai Jibril, ini apa?" Beliau menjawab, "Ini hari Jumat." Saya bertanya lagi, "Apa maksudnya hari Jumat?" Jibril mengatakan, "Kalian mendapatkan kebaikan di dalamnya.

" Saya bertanya, "Apa yang kami peroleh di hari Jumat?" Beliau menjawab, "Hari jumat menjadi hari raya bagimu dan bagi kaummu setelahmu. Sementara, orang Yahudi dan Nasrani mengikutimu (hari raya Sabtu–Ahad)." Aku bertanya, "Apa lagi yang kami peroleh di hari Jumat?" Beliau menjawab, "Di dalamnya, ada satu kesempatan waktu; jika ada seorang hamba muslim berdoa bertepatan dengan waktu tersebut, untuk urusan dunia serta akhiratnya, dan itu menjadi jatahnya di dunia, maka pasti Allah kabulkan doanya. 

Jika itu bukan jatahnya maka Allah simpan untuknya dengan wujud yang lebih baik dari perkara yang dia minta, atau dia dilindungi dan dihindarkan dari keburukan yang ditakdirkan untuk menimpanya, yang nilainya lebih besar dibandingkan doanya. "Aku bertanya lagi, "Apa titik hitam ini?" Jibril menjawab, "Ini adalah kiamat, yang akan terjadi di hari Jumat.

Hari ini merupakan pemimpin hari yang lain menurut kami. Kami menyebutnya sebagai "yaumul mazid", hari tambahan pada hari kiamat." Aku bertanya, "Apa sebabnya?" Jibril menjawab, "Karena Rabbmu, Allah, menjadikan satu lembah dari minyak wangi putih. Apabila hari Jumat datang, Dia Dzat yang Mahasuci turun dari illiyin di atas kursi-Nya. Kemudian, kursi itu dikelilingi emas yang dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian, datanglah para nabi, dan mereka duduk di atas mimbar tersebut. Kemudian, datanglah para penghuni surga dari kamar mereka, lalu duduk di atas bukit pasir. Kemudian, Rabbmu, Allah, Dzat yang Mahasuci lagi Mahatinggi, menampakkan diri-Nya kepada mereka, dan berfirman, "Mintalah, pasti Aku beri kalian!" Maka mereka meminta ridha-Nya.

Allah pun berfirman, "Ridha-Ku adalah Aku halalkan untuk kalian rumah-Ku, dan Aku jadikan kalian berkumpul di kursi-kursi-Ku. Karena itu, mintalah, pasti Aku beri!" Mereka pun meminta kepada-Nya. Kemudian Allah bersaksi kepada mereka bahwa Allah telah meridhai mereka. Akhirnya, dibukakanlah sesuatu untuk mereka, yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorang.

Dan itu terjadi selama kegiatan kalian di hari jumat …. sehingga tidak ada yang lebih mereka nantikan, melebihi hari Jumat, agar mereka bisa semakin sering melihat Rabb mereka dan mendapatkan tambahan kenikmatan dari-Nya,...."
(Ibnu Abi Syaibah, Thabrani)
Read more...
Minggu, 15 Maret 2015

Jangan Salahkan Islam, Salahkanlah Muslim Ekstremis

0 komentar
Sohail Husain MD

Jika kalian seperti kebanyakan orang, kalian tidak akan membenci keimanan seseorang secara inheren. Kita tahu bahwa agama itu bersifat personal. Tetapi, kita juga tidak bisa menghindari berbagai headline berita sekarang yang menayangkan serangkaian kejadian yang melibatkan pelaku yang sama.

Pertama, kebebasan sipil nampaknya sedang dipertaruhkan. Dua Muslim militan yang memiliki keterkaitan dengan Al-Qaida menembaki penghuni di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Perancis, sebagai bentuk balasan atas penerbitan kartun yang melecehkan Nabi Muhammad saw. Sementara itu, di Arab Saudi, seorang blogger menghadapi hukuman berat dengan seribu cambukan atas tuduhan samar menghina Islam. Begitu juga boneka salju pun nampak tidak aman, seorang ulama Saudi mengeluarkan fatwa bahwa membuat karakter boneka salju sekarang dilarang.

Di Suriah dan Irak, Isis terus gembar-gembor dengan teror mereka terhadap agama dan etnis minoritas melalui pemenggalan dan pembunuhan berdarah dingin. Mereka tunduk kepada seorang yang mereka sebut sebagai Khalifah, sebuah sebutan yang diberikan kepada pimpinan spiritual setelah berlalunya Nabi Muhammad saw 1400 tahun yang lalu.

Kedua, terdapat serangan gencar terhadap anak-anak dan hak mereka terhadap pendidikan. Taliban Pakistan menyerang sebuah sekolah di jam sekolah di Pakistan Utara saat siang hari dan membunuh 141 orang, kebanyakan korban adalah anak-anak. Di Nigeria, Boko Haram, yang secara harfiah berarti "pendidikan barat dilarang', menculik para anak siswi, menyerang beberapa desa, meledakkan masjid yang dimiliki musuh mereka, dan mereka mengusung Khalifah sendiri, yang memimpin mereka dengan versi 'brutal' pemerintahan Syariah.

Kesamaan umum dari setiap tindakan kekerasan itu adalah semuanya dilakukan oleh Muslim ekstremis dan mengatasnamakan Islam.

islam damai peace

Kemudian, salahkah jika ada kesimpulan bahwa terdapat sesuatu yang tidak beres dengan agama Islam?

Nah, saya ingin menyampaikan disini, kalian tentunya dapat menyalahkan kelompok-kelompok Islam yang menyimpang tersebut, tetapi menyalahkan Islam adalah hal yang keliru.

Mengapa?

Kitab Suci Al-Qur'an telah mengajarkan bahwa "Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya jalan benar itu nyata bedanya dari kesesatan (2:256). Mengenai hubungan yang adil Al-Qur'an telah memerintahkan kepada umat Islam untuk menerapkan keadilan; "janganlah kebencian sesuatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil; itu lebih dekat kepada takwa. (5:8)

Begitupun studi terhadap sisi-sisi kehidupan Nabi Muhammad saw- yang sangat sedikit para penentang lakukan - mengungkapkan bahwa setelah menyatakan kenabiannya Nabi Muhammad saw mengalami banyak penganiayaan pahit dari penduduk kota Mekkah selama 13 tahun, tetapi dihadapi oleh beliau dengan kesabaran tinggi. Setelah hijrah ke Madinahpun beliau diserang oleh tentara Mekkah. Puncaknya, Al-Qur'an akhirnya menyebutkan bahwa Allah mengizinkan umat Islam untuk melawan, tidak saja untuk membela diri tetapi juga untuk menegakkan kebebasan beragama bagi semua agama; mereka diperintahkan untuk melindungi 'biara, gereja, sinagog, dan masjid, dimana didalamnya nama Allah banyak disebut (22:40-41). Jadi ini sama sekali berbeda dari apa yang tertulis di buku panduan atau silabus di madrasah-madrasah kelompok ekstremis.

3 Cara pencegahan

Maka sebagaimana kita mencari cara untuk membasmi ekstremisme dalam Islam, berikut adalah tiga langkah penting yang sering kita lewatkan:

  1. Jangan dukung ekstremisme. Kedengarannya sederhana, tetapi kita benar-benar perlu untuk menghentikan dukungan terhadap ekstremisme, terlepas dari hasil jangka pendek yang didapatkan. Di era 80-an, pemerintah Amerika Serikat memelihara kelompok ekstremis Mujahidin Afganistan sampai memuji mereka sebagai "Freedom Fighters," karena mereka menentang saingannya, Soviet. Hari ini, mereka telah menjelma menjadi Taliban. Jadi Untuk menghindari kerugian jangka panjang, jalan yang terbaik adalah menolak tegas ekstremisme.

  2. Dukunglah yang moderat. Mereka mewakili mayoritas umat Islam yang baik di dunia. Saya misalnya, yang berasal dari Jamaah Muslim Ahmadiyah, pemimpin kami, khalifah Mirza Masroor selalu berpesan tentang perdamaian, yang mana baru-baru ini beliau telah berkeliling dunia termasuk ke Capitol Hill. Beliau percaya pada pemisahan antara negara dan agama dan berada di garis depan dalam mengutuk ekstremisme. Di bawah arahannya, Jamaah saya di Amerika telah meluncurkan sebuah kampanye nasional "Stop CrISIS," yang menyampaikan ceramah-ceramah di kampus-kampus, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip Islam yang sebenarnya. Suara Muslim moderat dan pemimpin mereka perlu untuk dibawa ke permukaan. 

  3. Berhenti menyalahkan Nabi Muhammad. Umat Islam menghormati Nabi Muhammad saw melebihi orang lain dan tidak akan membiarkan orang lain mengejek sosok yang mereka cintai tersebut. Setelah peristiwa Charlie Hebdo, beberapa pemimpin muslim, termasuk saya sendiri, sangat mengecam insiden ini sebagai penghinaan terhadap masyarakat dan melawan Islam. Kami menulis secara panjang lebar terhadap kekejaman tersebut dan telah dimuat di media. Terdapat juga tanggapan-tanggapan dari beberapa kalangan lainnya, tetapi sayangnya banyak komentar yang tidak masuk akal. Hal itu meningkatkan jumlah penerbitan Charlie Hebdo yang semakin banyak menerbitkan karikatur yang menghina Nabi. Charlie Hebdo, sebuah majalah yang oleh banyak perkiraan berada di ambang kebangkrutan, dengan sirkulasi sekitar 60.000, kemudian dalam dua minggu mendapat pesanan yang meningkat menjadi lebih dari 6 juta. Pesanan pertama perusahaan yang hampir bangkrut itu bisa diprediksi: mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad saw. Lebih dari seratus tahun yang lalu, sebagai tanggapan atas serangan serupa terhadap Nabi Muhammad saw pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, yang tinggal di India selama pemerintahan Inggris, memohon pemerintah India untuk melakukan moratorium selama beberapa tahun terhadap pernyataan-pernyataan menghina tokoh-tokoh suci agama manapun. Beliau menyarankan kelompok agama harus didorong untuk menjadi tuan rumah dialog antar agama dengan tujuan supaya saling memahami kebajikan masing-masing pendiri agama. Kebijakan ini akan mendorong toleransi dan kerukunan; jadi kalian bisa melakukan debat agama, tetapi jangan ada penghinaan. Saya percaya kita masih memiliki kesempatan. Dan saya menghargai pemimpin seperti Paus Francis yang memberikan pernyataan ketika ditanya tentang peristiwa Charlie Hebdo bahwa kebebasan berpendapat "tidak bisa untuk membuat provokasi,' terutama terhadap agama orang lain. 

Jadi jika kita menyalahkan Islam atau Nabi Muhammad atas masalah yang ditimbulkan oleh beberapa muslim ekstremis pada saat ini maka hal itu akan berarti juga kita harus menyalahkan Kristen atau Yesus untuk inkuisisi Spanyolnya, penyiksaan sistematis yang dilakukan selama berabad-abad, pengusiran dan pemaksaan agama (yang sebagian besar terjadi terhadap Muslim dari Spanyol Selatan). Atau kita harus meminta Kristen bertanggung jawab atas perbudakan terhadap jutaan orang Afrika oleh para majikan Kristen, yang membenarkan tindakan mereka karena menggunakan ayat-ayat Alkitab. Penyalahgunaan agama memiliki sejarah panjang dan luas bahkan diluar Kristen ataupun Islam.

Keimanan adalah hal yang bersifat pribadi. Tujuan utama agama adalah untuk meningkatkan akhlak seseorang. Jadi keliru sekali menyematkan nama buruk terhadap agama lain. Kita memiliki hak untuk menyalahkan Muslim ekstremis, tetapi benar-benar tidak adil jika menyerang Islam atau nabi Muhammad saw.

*Dr Sohail Husain, seorang dokter anak, adalah mantan ketua Khuddam Ahmadiyah Connecticut.

Sumber: www.themuslimtimes.org
Di Postkan Islam-damai.com
Terjemah: Jusman 
Read more...
 
Ahmadiyahjabar © 2014 | Designed By Blogger Templates