Advertise

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Jumat, 13 Maret 2015

kehancuran Turki Usmani Sudah di Kabarkan.

0 komentar
Bertahun-tahun sebelumnya, pada masa Pendiri Jemaat, Hadhrat Masih Mau'ud as masih hidup, seorang safiir (duta) Turki Utsmani (Ottoman) mengunjungi Qadian. Dia mengumpulkan sumbangan dari umat Islam untuk memperkuat pemerintah Turki. Mendengar mengenai Jemaat Ahmadiyah, ia datang ke Qadian. Namanya Husain Kami.
Dia berbincang-bincang dengan Hadhrat Masih Mau'ud as dan mengira akan mendapatkan bantuan besar dari sini. Hadhrat Masih Mau'ud as menghormatinya sewajarnnya sebagai tamu dan juga menasihatinya. Beliau menasihati tentang kejujuran, kepercayaan (menjaga amanat) dan mengatakan juga bahwa penganiayaan terhadap sesama manusia harus dijauhi.

Beliau as bersabda, "Pemerintahan Turki Utsmani dalam keadaan bahaya karena kesalahan-kesalahan perbuatan para penanggungjawabnya (pejabatnya) yang zalim. Mereka yang mendapat kepercayaan di jabatannya tidak menjalankan tanggungjawabnya dengan amanah. Mereka tidak berniat baik kepada negara dan tidak pula ikhlas."

Kemudian beliau as bersabda mengenai Sultan Utsmani –pemerintahan tersebut waktu itu disebut dengan nama Kesultanan atau Khilafah Islamiyah -, "Keadaan Kesultanan tersebut tidak begitu baik. Saya melihat dalam kasyaf, keadaan internal Kesultanan tidak begitu baik. Selanjutnya, akhir daripada kesultanan Utsmaniyah pun tak baik (tidak terpuji).

Pakaian pemerintahan Turki Utsmaniyah dan penguatnya telah melemah. Ia akan dikoyak-koyak dalam waktu dekat. Akan nampak kondisinya yang khianat."
Read more...
Kamis, 12 Maret 2015

Cerita Ahir Hayat Rasulullah SAW.

0 komentar
Cerita Ahir Hayat Rasulullah saw.

Y.M. Rasulullah saw memanggil para sahabat ke rumah Aisyah r.a. Rasulullah bersabda: "Selamat datang kalian semua, semoga Allah SWT mengasihi kalian. Saya berwasiat kepada kalian semua untuk bertakwa kepada Allah dan menaati segala perintah-Nya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kalian sudah dekat; dan dekat pula saat kembalinya seorang hambakepada Allah dan menempatkannya di Surga."

"Jika telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas yang menuangkan air dan Usamah bin Zaid menolong keduanya. Setelah itu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri atau dengan kain Yaman yang putih; kemudian letakkan aku di atas tempat tidur di rumah ini.  Setelah itu kalian semua keluar sebentat."

"Pertama yang akan menyalatkanku adalah Allah. Kemudian malaikat Jibril, diikuti oleh Malaikat Israfil, Malaikat Mikail dan yang terakhir adalah Malaokat Izrail beserta semua pembantunya. Setelah itu baru kalian semua masuk bergantian secara berkelompok menyalatkanku."
Para sahabat menangis dengan nada yang yang keras; mereka berkata: "Ya Rasulullah, jika Baginda sudah tiada nanti, kepada siapakah kami bertanya mengenai setiap permasalahan?"

"Dengarlah sahabatku, aku tinggalkan kepada kalian semua, jalan yang benar dan jalan yang
terang. . Telah aku tinggalkan kepada kalian dua penasihat.  Yang satu pandai bicara dan yang satu pendiam. Yang pandai bicara itu Alquran dan yang diam itu adalah maut.  Jika ada masalah yang rumit, maka kembalilah kalian pada Alquran dan haditsku.  Jika hati kalian tetap berkeras maka lembutkanlah dia dengan mengingat mati."

Y.M. Rasulullah saw jatuh sakit, sakitnya semakin parah. Setelah selesai Shalat Subuh pada hari Senin tanggal 14 Rabiul Awwal tahun 11 H (bersamaan dengan tanggal 8 Juni tahun 632 M), Rasulullah saw besabda: "Wahai kaum Muslimin, kalian semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah.
Read more...

Saya Muslim dan Bukan Teroris

0 komentar
Paris – Paska aksi teror yang melanda Paris pekan lalu, ribuan orang turun ke jalan untuk memberikan dukungan kepada para korban dan juga kecaman terhadap aksi teror tersebut. Dalam beberapa aksi tersebut terlibat pula anggota komunitas Muslim, baik diPrancis dan beberapa negara lainnya.

Melansir Russia Today, Rabu 14 Januari 2015, dalam kesempatan itu anggota komunitas Muslim menegaskan, bahwa Islam adalah agama yang damai, yang tidak pernah mengajarkan kekerasan. Menurut mereka, pelaku terorisme adalah orang yang tidak memiliki agama, karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan.

Berbagai macam tulisan, poster dan banner dibawa oleh komunitas Muslim, bukan hanya di Prancis, melainkan juga di seluruh Eropa saat aksi solidaritas untuk korban teror Paris berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menunjukan bahwa mereka benar-benar tidak mendukung aksi terorisme.

"Saya Muslim dan saya bukanlah seorang teroris, hidup Prancis, hidup Republik," tulis sebuah poster yang dibawa orang seorang anak dalam sebuah aksi yang berlangsung di Nancy, Prancis akhir pekan lalu.

Spanduk lainnya bertuliskan, "Saya seorang Prancis, Muslim dan tegas melawan aksi terorisme". Pesan-pesan yang menunjukan bahwa terorisme bukanlah bagian dari Islam terus diutarakan, bukan hanya di dunia nyata, di dunia maya pun aksi semacam ini terus digalakan.

Hastag #NotInMyName kembali muncul di dunia maya. Gerakan yang sebelumnya sempat muncul dalam rangka perlawan pemuda Muslim terhadap kekejaman ISIS beberapa waktu lalu. Kali ini hastag tersebut ditambahkan dengan #JeSuisCharile (nama saya Charlie) yang merupakan bentuk dukungan para korban serangan Charlie Hebdo.

Hal ini ditegaskan dengan pernyataan seorang Imam di sebuah masjid di Bordeuax, Prancis yang juga merupakan pakar teologi, atau ilmu kegamaan, Tareq Oubrou. Menurutnya, para teroris adalah sekelompok orang gila yang telah merampas hak-hak orang Islam.

"Saya yakin umat Muslim di seluruh dunia marah atas apa yang telah dilakukan para teroris tersebut. Mereka adalah orang-orang gila, tidak berpindidikan dan labil, dan mereka telah merenggut nama Islam dari kita dengan membawanya dalam setiap aksi teror yang mereka lalukan," tegas Oubrou.

(Sindonews)

Read more...

Presiden Jokowi Hentikan Bantuan Dana untuk MUI

0 komentar
Jokowi Hentikan Bantuan Dana untuk MUI |
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan
JAKARTA -- Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan mengatakan, lembaganya sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pada tahun anggaran 2015 ini.


Iya, selama 2015 ini kami tidak dapat lagi (dana dari pemerintah)," kata Amirsyah, Kamis (12/3). Sementara ini, untuk menanggulangi dana operasional MUI, pengurus memberdayakan dana swadaya dari masyarakat serta dana patungan antara kiyai-kiyai di MUI. Ia menyebut meskipun MUI tidak lagi mendapat dana dari pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla, MUI tetap mampu menyelenggarakan dua agenda besar. Yaitu acara peringatan tahun baru Hijriyah 1 Muharram pada Oktober tahun lalu di Istora Senayan Jakarta. Yang terbaru, kata Amirsyah, MUI Kongres Umat Islam Indonesia di Yogyakarta pada Februari, lalu. Agenda itu terselenggara atas biaya dari dana swadaya dan hasil patungan para kiyai di MUI. Meski terbatas biaya, agenda itu menghasilkan Risalah Yogyakarta.
"Alhamdulillah tanpa dana pemerintah MUI tetap mampu selesaikan dua agenda besar dari dana masyarakat. Alhamdulillah umat masih percaaya kepada MUI," ujar Amirsyah.

Meski tak lagi mendapat dana dari pemerintah, Amirsyah menegaskan tidak akan membuat MUI bergerak lambat dalam melakukan tugas-tugas pokoknya dalam urusan umat. Sebab, ia menyebut MUI adalah dari umat, oleh umat dan untuk umat. Mengenai ada atau tidak nya dana bantuan dari pemerintah, Amirsyah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pimpinan dan juga pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI.

ada juga bantahan dari menag
Read more...

Memburu Harta Qarun dalam Alquran.

0 komentar
MEMBURU  HARTA  KARUN (Qaruun, Firaun dan Haman -  3 Penguasa Mesir)
Al-Qur'an  Surah Al-Qashash (28:76-82),  Al-'Ankabuut (29:39-40)  dan Al-Mu'min (40:23-24 dan 36)

Karun atau Qarun adalah seorang sepupu Musa a.s. berasal dari Bani Israil,
Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah.


Qarun dipercaya oleh Firaun Raja Mesir karena punya ilmu  keahlian pertambangan emas di Mesir.  Dikisahkan  dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak. Begitu kayanya Qarun, sehingga kunci-kunci gudang harta bendanya harus dipikul oleh beberapa orang yang kekar, terlalu berat untuk dibawa oleh satu orang. Para tetangga dan orang sekelilingnya, termasuk sekelompok pengikut Musa a.s.  ingin sekali memiliki apa yang dimiliki Qarun. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya, sehingga mereka berangan-angan bernasib seperti itu.

Qarun mabuk dan terlena oleh harta dan kekayaannya. Ketika Musa meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan kekayannya, ia justru menolakseraya mengatakan: "Sesungguhnya aku diberi harta ini karena ilmu yang ada padaku."
Sebagai bentuk perlawanan kepada orang yang menasihatinya, Qarun makin hidup bermewah-mewahan dan secara menyolok memamerkan kekayaannya. Jika Qarun keluar rumah, ia mengenakan pakaian dan perhiasan yang gemerlapan, membawa pembantu lebih banyak dari biasanya dan mengendarai kuda yang dihiasi dengan indah.  Kemewahan yang diperlihatkan secara menyolok itu menimbulkan fitnah besar di kalangan penduduk yang masih lemah imannya. Mereka jadi sering kali mengeluh diantara penduduk lainnya:  "Mengapa kami tidak diberi kenikmatan seperti yang telah diberikan kepada Qarun? Mengapa Tuhan melimpahkan kekayaan itu kepada Qarun yang tidak mempunyai belas kasihan terhadap orang lain? Dimanakah letak keadilan Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih itu?

Akhirnya keadaan itu sampai juga ke telinga Nabi Musa a.s.  Beliau menyampaikan kepada Qarun bahwa Allah telah mewahyukan perintah memberikan zakat bagi tiap2 orang kaya. Nabi Musa a.s. menjelaskan bahwa didalam harta kekayaan setiap orang itu terdapat bagian yang telah ditentukan oleh Allah sebagai hak fakir miskin dan wajib diserahkan kepada mereka. Qarun merasa jengkel menerima kewajiban mengeluarkan zakat itu, ia berkata: "Hai Musa, ternyata sikap kami yang lunak teah membuatmu bertindak lebih jauh dari yang sepatutnya. Kamu rupanya ingin menguasai harta kekayaan kami, dengan perintaah wajib zakat ini, kamu telah membuka topengmu dan menunjukkan dustamu."

Tuduhan Qarun itu ditolak oleh Nabi Musa a,s,; beliau menegaskan bahwa kewajiban berzakat itu tidak dapat ditawar-tawar, karena zakat itu adalah perintah Allah yang harus ditaati. Setelah berdebat lama dengan Musa a.s. Qarun tidak bisa mengelak lagi.

Setibanya di rumah, ia menghitung-hitung bagian yang harus dizakatkan; Qarun merasa jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat itu terlalu besar. Ia merasa sayang untuk mengeluarkannya. Dengan banyak pertimbangan akhirnya Qarun memutuskan untuk tidak akan mengeluarkan zakat, apapun yang akan terjadi akibat tindakannya itu,

Untuk menguatkan aksi penolakannya itu, Qarun menyebar fitnah keji seolah-olah Musa dengan dakwahnya itu bertujuan untuk memperkaya diri;  Qarun bertujuan menarik orang2 untuk mengikutinya menolak kewajiban mengeluarkan zakat itu. Tidak hanya itu, ia bersekongkol dengan seorang perempuan yang disuruhnya agar mengaku di depan umum bahwa ia telah berzina dengan Musa.

Akan tetapi, Allah tidak rela nama Rasul-Nya tercemar oleh tuduhan palsu itu. Allah melimpahkan hidayah-Nya kepada perempuan sewaan itu untuk mengatakan bahwa yang dituduhkan kepada Nabi Musa adalah fitnah atas perintah Qarun semata.

Melihat tidak adanya itikad baik dalam diri Qarun, dan bahaya dari perbuatannya yang dapat merusakkan ahlak dan iman penduduk lainnya, Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah agar menurunkan azab-Nya atas diri Qarun yang sombong dan congkak itu. Dengan demikian, hal itu bisa menjadi pelajaran bagi kaumnya yang sudah mulai goyah imannya melihat kenikmatan yang berlimpah-limpah pada diri Qarun yang membangkang itu.

Allah memperkenankan doa Nabi Musa a.s. Tidak lama kemudian terjadilah gempa yang dahsyat. Seluruh bangunan mewah tempat tinggal Qarun dan tempat menyimpan harta kekayaannya hancur luluh, serta tambang2 emasnya juga amblas masuk ke dalam bumi.  Tidak ada lagi yang tersisa. Qarun terkubur hidup2 beserta semua harta kekayaan dan tambang emas-peraknya yang menjadi kebanggaannya.

Peristiwa yang menimpa Qarun dan harta kekayaan serta pertambangannya itu menjadi pelajaran bagi pengikut-pengikut Nabi Musa lainnya. Mereka bersyukur kepada Allah SWT seraya berkata: "Sekiranya Allah meluluskan permintaan kami dulu, niscaya kami akan dibenamkan pula seperti Qarun yang kami inginkan kedudukan duniawinya. Sesungguhnya kami telah tersesat saat kami merasa iri hati dan mendambakan kekayaannya seperti milik Qarun. Aduhai benar2 tidak beruntungnya orang-orang yang mengingkari nikmat Allah.

Sumber: P. Sumantri.
Read more...

Bilal Bin Rabah Simbol Kesetaraan Sosial Islam

0 komentar
ATURDAY, 28 FEBRUARY 2015

Bilal Bin rabah


Bilal Bin Rabah Simbol Kesetaraan Sosial Islam


Bilal Bin Rabah ra adalah salah satu nama yang paling terkenal dalam sejarah Islam. Seorang budak Negro dari Habsyah (Ethiopia), Bilal merupakan bukti nyata dari penghormatan Islam terhadapkesetaraan sosial, anti rasisme dan keadilan sosial.

Lahir pada 680 Masehi di Mekkah, bersama orang tuanya - Rabah dan Hamamah - Bilal juga menjadi budak dari Umayyah bin Khalaf, seorang musuh Islam.

Ketika Umayyah mendengar bahwa Bilal masuk Islam, ia menyiksanya dan memaksanya untuk melepaskan keimanan barunya. Tetapi dengan penuh kecintaan kepada Nabi Muhammad saw dan Islam, Bilal tetap teguh dalam keimanannya. Meskipun ia disiksa dengan kejam ia terus mengatakan "Ahad, Ahad." (Allah itu satu, Allah itu satu)

Ketika Nabi Muhammad saw mengetahui tentang penganiayaan yang dialami Bilal, ia mengutus Abu Bakar ra, yang menebusnya dari sang penindas dan membebaskannya dari perbudakan. Kebebasan ini adalah hadiah pertama Islam kepada Bilal. Khalifah Kedua Umar Bin Khattab menghormati Bilal dengan menyebutnya sebagai Sayyidina (pemimpin kami).

Bilal menjadi salah seorang sahabat yang paling dipercaya dan setia kepada Nabi Muhammad saw. Beliau termasuk orang yang pertama masuk Islam. Bilal ikut hijrah bersama Nabi Muhammad saw ke Madinah dan ikut dalam pertempuran-pertempuran besar termasuk perang Badar, Uhud, Khandaq dll. Saat Perang Badar, ia berhashil membunuh musuh Islam dan orang yang telah memperbudak dan menindasnya - Umayyah.

Nabi Muhammad saw adalah orang pertama yang menyatakan kesetaraan diantara manusia dalam sejarah dunia 1400 tahun yang lalu. Dihadapan lebih dari 120.000 sahabat saat haji, beliau menyatakan:

"Wahai para manusia, ingatlah sesungguhnya Tuhan kalian itu satu, dan bapak kalian itu satu. Ingatlah, tidak ada keunggulan orang Arab atas orang ajam/asing, dan tidak bagi orang ajam atas orang Arab, tidak bagi orang kulit putih atas kulit hitam, dan tidak bagi orang kulit hitam atas kulit putih kecuali taqwa."

Nabi memilih Bilal menjadi salah satu sahabat yang mulia. Munculnya Bilal sebagai seorang yang menonjol dalam sejarah Islam adalah bukti pentingnya pluralisme dan kesetaraan ras dan sosial dalam Islam.

Saat Abdullah bin Ziyad menceritakan bahwa ia telah bermimpi diajari metode dan kalimat Azan, Nabi Muhammad saw menyukainya dan menunjuk Bilal sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan di Madinah dengan bacaan tersebut. Ketika Umar ra mendengar azan, ia bergegas mendatangi Nabi Muhammad saw dan mengatakan kepada beliau bahwa ia juga bermimpi azan dengan bacaan yang sama. Dengan demikian azan dikumandangkan pertama kali oleh Bilal. Nabi saw menunjuknya sebagai Muazzin Rasul.

Karena Bilal merupakan orang Afrika pertama yang memeluk Islam, umat Islam Afrika masih merasa bangga dengan kehormatan yang diberikan kepada orang Afrika tersebut.

Kehormatan besar lainnya bagi Bilal adalah setelah Fatah Mekkah pada 8 Hijriah. Ketika kota Mekkah menyerah dan semua orang baik Muslim dan non Muslim berkumpul di suatu halaman, Nabi saw meminta Bilal untuk menaiki atap Ka'bah dan mengumandangkan azan dari atasnya. Ini adalah azan pertama yang dikumandangkan di Mekkah al-Mukarromah.

Begitulah pengabdian Bilal di dalam Islam dan pencapaian kerohanian yang ia dapatkan.

Suatu kali Nabi Muhammad saw bersabda:
"Wahai Bilal, perbuatan khusus apa yang telah engkau lakukan sehingga saya mendengar suara langkahmu berjalan di depanku di Surga." Bilal menjawab, "Setiap kali saya berwudhu, saya melaksanakan shalat dua rakaat sebagai Tahiyyatul Wudhu." 
Bilal merupakan seorang Ashabssuffah. Istilah Ashabussuffah adalah sebutan kepada para sahabat yang tinggal di beranda, disamping masjid Nabi saw di Madinah setelah hijrah dan mempelajari ilmu-ilmu agama disana.

Sejak Bilal mendapatkan kehormatan menjadi salah satu Suffa, ia mengumpulkan banyak hadists Nabi saw. Sekitar 20 ulama merupakan bagian dari Ashabussuffa, diantaranya Usamah bin Zaid, Bara Bin Azib dan Abdullah bin Umar.

Ketika Raja Najasyi dari Habsyah mengirim tiga tombak sebagai hadiah kepada Nabi Muhammad saw, Nabi saw memberikannya kepada Umar, Ali, dan Bilal yang menggunakan tombak untuk membenarkan arah shalat.

Bilal di Syiria

Setelah Nabi Muhammad saw wafat, Bilal merasa sulit untuk menghabiskan waktu di Madinah tanpa Nabi tercinta (saw). Dia meminta kepada Khalifah Abu Bakar untuk membiarkannya pergi ke Syiria untuk berjihad. Dan disana ia menghabiskan sisa waktu hidupnya. Ia mengumandangkan azan hanya dua kali setelah itu. Yang pertama adalah ketika Khalifah Umar bin Khattab datang ke Syiria dan kedua kalinya ketika ia mengunjungi makam Nabi Muhammad saw di Madinah. Setelah mendengar suara azannya orang-orang menangis, karena mengingat masa-masa kehidupan Nabi Muhammad saw.

Bilal meninggalkan Madinah untuk pergi ke Syiria (kemudian Syam) dan tinggal disana. Ketika Khalifah Umar mengunjungi Baitul Maqdis (Yerusalem), ia meminta Bilal untuk mengumandangkan azan. Dan ketika ia mengumandangkan Azan, para sahabat menangis tersedu-sedu teringat masa lalu. Diriwayatkan bahwa Khalifah Umar menangis yang mana ia belum pernah menangis seperti itu sebelumnya.

Ketika Bilal berada di Syiria, ia melihat dalam mimpi Nabi Muhammad saw berkata kepadanya "Wahai Bilal, mengapa engkau tidak mengunjungiku". Ia kemudian langsung bergegas ke Madinah dan menyampaikan shalawat dan salam di makam Nabi saw sambil menangis dan menempelkan wajahnya ke makam Rasul.

Ketika ia melihat Hassan dan Husain, cucu Nabi saw, ia langsung merangkul mereka. Atas permintaan mereka, Bilal mengumandangkan azan dengan suara gemetar dan berlinangan air mata. Mendengar Azannya Bilal, orang-orang berdatangan ke Masjid Nabawi. Ini adalah azan terakhirnya di Madinah.

kisah Bilal Bin Rabah
Makam Bilal Bin Rabah

Bilal menghabiskan hari-hari terakhirnya di Syiria. Beliau wafat pada 18 Hijriah pada usia 64 tahun dan dimakamkan di Bab-al-Sagheer dekat Jama Umavi di Damaskus. Ia melayani Nabi saw selama 25 tahun.

Islam telah mengangkat derajatnya pada tingkat seperti yang Umar bin Khattab memanggilnya sebagai Sayyidina (pemimpin kami).

Di saat-saat pembaringan terakhirnya, istrinya Hind menangis, 'wa hazana' (suatu kesedihan yang besar) dan Bilal menjawab, Wa Tarabaa' (suatu sukacita yang besar); "Besok saya akan berjumpa dengan orang yang saya cintai - Muhammad saw dan para sahabatnya."
Read more...
Senin, 02 Maret 2015

Kepentingan Pokok Tentang Zikir Ilahi

0 komentar
Pokok karangan ini adalah berkaitan dengan salah satu yang menurut keyakinan saya sungguh amat penting sekali. Sedangkan pokok ini mencuat ke permukaan bukan semata-mata atas qias (teori) dan istinbaat (dedukasi) belaka melaikan berdasarkan juga pada ketetapan dan perintah yang tercantum pada ayat-ayat suci Al-Quran. Boleh jadi sementara orang, setelah membacanya, akan mengatakan bahwa pokok ini bukan suatu yang luar biasa dan sebelumnya pun mereka sudah mengetahuinya. Keadaan hati manusia, kecuali Tuhan, tidak ada seorang pun yang mengetahui, Akan tetapi, saya mengatakan bahwa, menilik keadaan yang ada sekarang, di dalam pokok ini banyak sekali hal akan diterangkan yang mengenainya kebanyakan orang tidak mengetahui dan mengenainya saya tidak pernah melihat dalam kitab mana pun.


Kepentingan Pokok Tentang Zikir Ilahi.

Oleh karena pokok ini begitu umum sifatnya sehingga dengan membaca judulnya saja kebanyakan orang akan mengatakan bahwa pokok ini biasa-biasa saja dan banyak yang sebelumnya telah mengetahui. Oleh sebab itu, sebelum menulis karangan ini saya perlu menerangkan bahwa pokok ini sungguh sangat perlu lagi penting sekali. Di dalamnya banyak sekali hal akan saya terangkan sehingga apabila Saudara-saudara mengamalkan semua hal itu, maka semua hal itu akan menjadi sarana kebaikan dan keutamaan bagi Saudara-saudara.

Dalam pokok ini apa yang hendak saya terangkan adalah sebagai berikut:
  1. Zikir Ilahi atau zikrullah itu apa maknanya?
  2. Apa perlunya kita zikir Ilahi?
  3. Berapa jeniskah zikir Ilahi itu?
  4. Apa yang perlu kita waspadai dalam zikir Ilahi itu?
  5. Dalam memahami zikir Ilahi kesalahan apa saja dilakukan orang-orang?
  6. Orang-orang mengatakan bahwa pada waktu shalat pikirannya tidak dapat terpusat. Bagaimana cara dan sarananya untuk mengusir syaitan dan agar dapat bertawajuh (memusatkan perhatian?)
Inilah bagian-bagian dari pokok karangan yang mudah-mudahan Allah memberi taufik kepada saya untuk menguraikan ala kadarnya. Dengan membaca uraian ini Saudara-saudara sekalian pasti akan mengerti bahwa pokok ini bukan semacam karangan yang hanya teruntuk bagi golongan tertentu, melainkan dengan setiap orang - baik dari kalangan rendah maupun dari kalangan tinggi ; baik dari kalangan orang kaya maupun dari kalangan orang miskin, baik dari kalangan kecil maupun dari kalangan orang besar. Pendek kata bagi setiap orang. Andaikata Saudara-saudara sekalian mendengar dari saya suatu hal yang tampaknya bersahaja, maka janganlah berhenti mendengarnya. Sebab, bila Saudara-saudara akan mengalami hal itu nanti, maka akan terbukti kepada Saudara-saudara bahwa hal itu bukanlah hal yang bersahaja, melainkan sesuatu yang akan mendatangkan natijah-natijah (akibat) yang besar.

Oleh : H. Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a
Read more...
 
Ahmadiyahjabar © 2014 | Designed By Blogger Templates