Advertise

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label Ahlus sunnah Wal jamaah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlus sunnah Wal jamaah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Februari 2015

Ahlus Sunnah Wal Jamaah Zaman Globalisasi

0 komentar

Ahlus-Sunah Wal-Jamaah pada masa Khulafaur-Rasyidin adalah umat Islam yang berada di bawah komando Imam-Imam secara berurutan, yaitu: Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq radiyallaahu 'anhu, kemudian Khalifah Umar bin Al-khaththab radiyallaahu 'anhu, kemudian Khalifah Usman bin Affan radiyallaahu 'anhu, dan kemudian KHalifah 'Ali bin Abi Thalib radiyallaahu 'anhu.

Adapun sesudah masa 4 Khulafa'ur-Rasyidin tersebut umat Islam mulai pecah menjadi firqah-firqah yang semakin lama semakin bertambah jumlahnya. Kondisi kaum muslimin yang demikian itu telah dinubuwatkan oleh Rasulullah shalallaahu 'alaihu wa sallam bahwa umat beliau akan pecah menjadi 73 firqah yang dalam bahasa Arab berarti menunjuk jumlah yang banyak sekali, secara matematis dapat lebih banyak dari angka 73. Pada masa ini, kaum muslimin banyak diwarnai oleh para penguasa zhalim yang suka menindas dan bertindak diktator, yang dalam Hadits Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam dinubuwatkan sebagai "mulkan 'adhan dan mulkan jabariyyah" yaitu kerajaan yang zalim dan kerajaan yang otoriter.

Dalam masa kerusakan umat Islam tersebut, Allah subhaana-Hu wa ta'aala masih menunjukkan kasih sayang-Nya kepada mereka dengan membangkitkan Mujaddid-mujaddid-Nya sesuai dengan kebutuhan pemahaman agama mereka saat itu. Kaum Muslimin yang mengenal dan mengikuti Mujaddid pada abadnya itulah yang termasuk Ahlus Sunah Wal Jamaah masa itu. Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ان الله يبعث هذه الامة على راس كل ماة سنة من يجددلها دينها
"Sesungguhnya Allah akan senantiasa membangkitkan untuk umat ini pada awal setiap abad orang yang memperbarui pemahaman agamanya (mujaddid)," (HR Abu Daud, 36:1; dan Kanzul-Umal, JUz XII/34623) 
 Adapun nama-nama Mujaddid yang telah dibangkitkan sesudah masa 4 Khulafaur-Rasyidin dari abad pertama Hijriyah hingga abad empat belas HIjriyah menurut Nawwab Shiddiq Khasan bin Ali Al-Qanuji rahumahullaahu (1258-1307 H) dalam kitabnya Hujajul-Kiraamah fii Atsaaril-Qiyaamah, halaman 135-139, ialah sebagai berikut:
  1. Hadhrat Umar bin Abdil-Aziz rahimahullaahu;
  2. Hadhrat Syafi'i dan Hadhrat Imam Hambali rahimahullaahu 'anhuma;
  3. Hadhrat Imam Abu Syarah dan Hadhrat Imam Abu Hasan Al-Asy'ari rahimahullaahu 'anhuma;
  4. Hadhrat Imam Ubaidillah dan Hadhrat Imam Qadhi Abu Bakar Baqlani rahimahullaahu 'anhuma;
  5. Hadhrat Imam Hgazali rahimahullahu;
  6. Hadhrat Syekh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullaahu;
  7. Hadhrat Ibnu Taimiyah dan Khawaja Mu'inuddin Chisti rahimahullaahu 'anhuma;
  8. Hadhrat Ibnu Hajar Al-Atsqalani dan Hadhrat Shalih Ibnu Umar rahumahullahu 'anhuma;
  9. Hadhrat Sayyid Muhammad Janfuri rahimahullaahu;
  10. Hadhrat Jalaluddin As-Sayuthi rahimahullaahu;
  11. Hadhrat Syekh Ahmad Sirhind Mujaddid Alfi Tsani rahumahullahu;
  12. Hadhrat Syekh Waliyullah Ad-Dehelwi rahimahullaahu;
  13. Hadhrat Sayyid Ahmad Berelwi rahimahullaahu.
Sedangkan Mujaddid abad ke-14 akan bergelar Al-Mahdi dan Al-Masih.

Mengingat setiap Mujaddid itu dibangkitkan oleh Allah subhaana-Hu wa ta'aala, maka ia memberitakukan kepada umatnya agar mereka mengerti dan mengikutinya. Demikian pula, pada tahun 1882, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad mengumumkan kemujaddidan beliau melalui 20.000 eksemplar selembaran. Diantara pengakuan beliau sebagai mujaddid adalah berbunyi sebagai berikut:
ووالله انى قدتبعت محمدا وواتته انى جئت منه محمدا
"Dan demi Allah, sesungguhnya aku mengikuti Muhammad dan demi Allah sesungguhnya aku datang sebagai Mujaddid dari-Nya." (Al-Istifta, hal.354)
Adapun Ahlus Sunnah Wal Jamaah pada abad XIV yang dibangun Hadhrat Imam Mahdi dan Masih Mau'ud 'alaihis-salaam akan terus berdiri dan berkembang menuju kesempurnaan hingga Hari Qiyamat. Jamaah inilah yang disebut Khilafaah 'alaa MInhaaji Nubuwwah dalam Hadits (HR Abu Daud Al-Thayalisi, Abu Daud, Ahmad bin Hanbal dalam "Musnad"-nya dari Numan bin Basyir dari Khudzaifah rhadiyallaahu 'anhu; dan Kanzul-Umal, Juz VI/15114
Read more...
Selasa, 17 Februari 2015

Makna Ahlus-Sunnah Wal-Jamaah

2 komentar

Ahlun artinya orang yang menaati atau pengikut, sebagaimana pernyataan :

اهل اتمذهب من يدين به واهل الاسلام من يدين به
"Ahlul-madzhabi artinya orang yang mengikuti madzhab itu dan Ahlul-Islami artinya orang yang mengikuti islam itu." ( Lisaanul-'Arab, Juz 1 halaman 253 )

As-Sunnah maksudnya Hadits Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana pernyataan :
الكتاب والسنة اي القران والحديث
"Al-Kitaabu was-Sunnatu berarti Al-Quran dan Hadits." ( Lisaanul-'Arab, halaman 399 )

Secara terminology Hadits itu sinonim dengan Sunnah, Keduanya diartikan sebagai segala sesuatu yang diambil dari Rasullah shalallaahu 'alaihi wa sallam, sebelum dan sesudah diangkat menjadi Rasul. Akan tetapi bila disebut kata "Hadits" umumnya dipakai sebagai segala sesuatu yang diriwayatkan setelah kenabian, baik berupa sabda, perbuatan maupun taqrir atau ketetapan (ajmu'atul-Fataawaa Ibnu Taimiyah, dan Ushulul-hadits DR. M. Ajaj Al- Khathib, hal. 8 ). 


Adapun Al-Jamaa'ah artinya identik dengan Al-Ummah (Al-Mujnid, halaman 17), yaitu : Satu kumpulan orang-orang beriman yang dipimpin seorang imam untuk bekerja sama dalam urusan penting dan mereka tidak akan pergi sampai mereka meminta izin kepadanya. Allah subhaana-Hu wa ta'aala berfirman yang artinya :
"Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berkumpul bersamanya berkenaan dengan urusan penting, mereka tidak pergi sebelum mereka minta izin kepadanya..." ( An-Nur, 24 : 63).
Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam, bersabda yang artinya :
"Sesungguhnya Bani Israil itu telah pecah menjadi 73 golongan. semuanya dalam Neraka, selain yang satu." Beliau shalallaahu 'alaihu wa sallam menjawab "Apa yang aku dan sahabat-sahabatku ada padanya pada masa itu." (HR Al-Hakim dalam "Al-Mustadrak", dan Ibnu Asakir dari Ibnu Amer Rhadiyallahu 'anhu; dan Kanzul-Umal. Juz I/1060)
"Dan sesungguhnya kamu akan pecah menjadi 72 firqah semuanya sesat, kecuali Al-Islam dan Jama'ah mereka." (HR Al-Hakim dalam "Al-Mustadrak" dari Katsir bin Abdillah bin Amir bin Auf dari ayahnya dari kakeknya Radhiyallaahu 'anhu; dan Kanzul-Umal, Juz I/1061)
Berdasarkan Ayat Al-quran dan Hadits-Hadits tersebut, Ahlus-Sunnah Wal-Jamaah itu adalah satu golongan umat Islam secara Internasional yang di bawah satu komando seorang Imam untuk urusan agama Islam sesuai dengan ajaran Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam dalam Hadits dan ajaran para sahabatnya.

By. Stalis
Read more...
 
Ahmadiyahjabar © 2014 | Designed By Blogger Templates